SuaraJogja.id - Polres Gunungkidul menyatakan kasus dugaan penyelundukan narkotika berjenis sabu di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas IIB Yogyakarta yang berada di Kota Wonosari Gunungkidul tidak bisa dilanjutkan meskipun jelas ada bukti sabu-sabu.
Kasat Narkoba Polres Gunungkidul AKP Dwi Astuti menuturkan pihaknya telah melakukan pemeriksaan ataupun penggeledahan di sel tahanan ternyata tidak ditemukan bukti-bukti seperti alat untuk mengkonsumsi atau alat hisap sabu (bong). Hal ini membuktikan mereka tidak ada niatan mengonsumsi sabu.
"Terkait paketan JNE juga tidak ada yang mengarah ke sana,"ujar dia.
Di dalam paket JNE yang dikirim ke LPP Kelas IIB Yogyakarta juga tidak menunjukkan jika paket tersebut dipesan oleh napi di dalam lapas. Menurutnya tidak ada petunjuk yang kuat jika napi yang dimaksud melakukan pemesanan paket tersebut.
Dwi mengakui jika empat paket tersebut memang sabu-sabu dengan berat masing-masing 0,7 gram. Di mana untuk 1 gram sabu dijual seharga Rp Rp 900 ribu hingga Rp 1,4 juta. Sehingga secara keseluruhan nilainya sekitar Rp 2,4 juta lebih.
Pihaknya sudah melakukan penyelidikan hingga ke alamat pengirim di Semarang. Namun mereka kehilangan petunjuk karena alamat yang tertera fiktif, demikian juga nomor telepon yang digunakan. Ketika melacak ke kantor JNE di Semarang, ternyata kantornya kecil di mana tidak ada kamera CCTVnya.
"Kantornya kecil tidak ada rekaman CCTV. Jadi sulit melihat sosok yang mengirim, tetapi yang jelas laki-laki,"terang dia.
Dia menandaskan kasus tersebut tidak dilanjutkan ke tahap berikutnya karena tidak ada bukti bahwa benar paket tersebut pesanan napi dari dalam Lapas. Terlebih tidak didukung dengan adanya bukti chating ataupun transfer pembayaran dari pesanan sabu tersebut.
Ia mengakui jika penerima sebelumnya memang dinyatakan positif melalui test urine. Namun karena dari pemeriksaan di dalam sel tidak ditemukan alat penghisab sabu serta pemeriksaan 17 saksi menyatakan tidak terjadi pesta sabu di dalam LPP Kelas II B Yogyakarta.
Baca Juga: Suruhan Napi, Pasutri Kompak Kirim Puluhan Paket Sabu ke Penjara, Dibawa Pakai Botol Sabun Cair
Apalagi selama ini di dalam Lapas pengawasan yang dilakukan selama ini sangat ketat. Di mana tidak sembarang orang bisa melaksanakan pesta karena penjagaan dan pengawasan yang dilakukan juga sangat ketat
"Penyidik tidak bisa menaikkan ke penyidikan karena tidak ada bukti yang cukup,"kata dia.
Sebelumnya, Kepala Lapas Perempuan Kelas II Yogyakarta, Ade Agustina menuturkan sampai saat ini pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait dengan temuan benda yang diduga sebagai narkotika jenis sabu-sabu dari barang yang dikirim ke LPP atas nama dan ditujukan untuk warga binaan.
Temuan tersebut juga diikuti dengan tes urin yang hasilnya ada 4 orang positif 2 diantaranya adalah nama pemilik barang yang di dalamnya ada barang yang diduga narkoba dan penerima barang.
"Kami masih menunggu keterangan resmi dari Polres Gunungkidul,"ujar dia, Kamis (20/1/2022).
Ade menandaskan pihaknya belum bisa menyimpulkan barang tersebut sabu seperti dugaan mereka atau bukan. Karena dari pihak kepolisian juga belum memberikan keterangan secara resmi kepada mereka.
Berita Terkait
-
Disembunyikan dalam Nasi, Waspada Modus Baru Kurir Narkoba Edarkan Sabu-sabu
-
Polisi Ringkus Kurir Narkoba, Sabu-sabu Disembunyikan Dalam Bungkus Nasi
-
Rutan Surakarta Gagalkan Penyelundupan Sabu, Dilempar dari Luar dan Ditemukan Petugas
-
Nekat Jual Pil Sapi ke Teman Sekolah, Remaja Perempuan Asal Playen Diciduk Polisi
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Purbaya Dicopot Pas Lagi Rapat RAPBN, Akademisi UMY Soroti Etika dan Kepatutan Penguasa
-
Menjemput Rezeki dari Balik Layar Gadget hingga Ujung Canting, Kisah Difabel Bertahan Hidup di Jogja
-
PORTA by Ambarrukmo Hadirkan Pameran Eksperimental Photography "Somewhere Blue" by Nia Nanoka
-
Dari Olahraga untuk Negeri, BRI Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia