SuaraJogja.id - Seorang pekerja di Bandar Udara Internasional Qingdao Jiaodong, Provinsi Shandong, China, terlindas roda pesawat hingga tewas.
Regulator penerbangan setempat mendalami peristiwa yang menyita perhatian publik itu, demikian media China, Jumat.
Hasil penyelidikan awal kecelakaan tersebut terungkap bahwa peristiwa itu bermula dari penarikan pesawat tanpa penumpang dari apron pemeliharaan dengan menggunakan truk penarik pesawat.
Di tengah perjalanan kartu identitas seorang pekerja jatuh. Ia berusaha mengambilnya.
Seorang staf yang tidak dilengkapi perangkat komunikasi dan alarm memberitahu sopir truk penarik pesawat agar berhenti.
Namun upaya itu sia-sia karena tubuh korban sudah hancur berkeping-keping terlindas salah satu roda pesawat jenis Aibus A320.
Pihak bandara mengingatkan agar para pekerja memenuhi aturan kerja dengan menggunakan alat komunikasi dan alarm agar insiden tersebut tidak terulang.
Saat ini pesawat nahas tersebut telah ditempatkan ke apron pemeliharaan lagi guna penyelidikan lebih lanjut.
Baca Juga: Drama China Romantis Hello, The Sharpshooter: Cinta Lama Bertemu Kembali
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
Terkini
-
Bumi Sudah Melewati Batas Perjanjian Paris, Ancaman Krisis Iklim Tak Lagi Sekadar Ramalan
-
Belajar dari Gempa 2006, Jogja Memang Istimewa dalam Menangani Bencana
-
20 Tahun Gempa Jogja Mulai Terlupakan, Ancaman Megathrust Masih di Depan Mata
-
Berkas Kasus Daycare Little Aresha Rampung Pekan Depan, Rekonstruksi Tertutup Menyusul
-
Efisiensi Anggaran Paksa Seniman Bertahan Mandiri, Pemda DIY Prioritaskan Agenda Pusat