SuaraJogja.id - Lonjakan kasus Covid-19 di sejumlah wilayah, salah satunya Kabupaten Sleman, mendorong Pemerintah Kabupaten Sleman menyiapkan ruang perawatan bagi pasien.
Kepala Dinas Kesehatan Sleman Cahya Purnama meminta, agar masyarakat yang terpapar Covid-19 bergejala ringan dan tanpa gejala, untuk menjalani isolasi di isolasi terpadu (isoter).
"Karena nanti bisa mengisolasi agar kasus tidak berkembang di wilayah. Tapi kalau ini tetap isolasi mandiri, yang kami takutkan dia bisa ke mana-mana, akan memperbanyak jumlah kasus," tuturnya, Rabu (2/2/20220.
Selain itu, bagi pasien Covid-19 bergejala sedang dan berat, biasanya sudah ditentukan oleh faskesnya untuk menjalani perawatan di rumah sakit (RS).
Cahya mengatakan, kapasitas isoter saat ini masih mencukupi untuk menerima pasien Covid-19 yang ingin menjalani isolasi.
Demikian pula dengan tenaga kesehatan di isoter yang sudah ditambah. Dari yang sebelumnya dua sampai tiga orang, kini bisa mencapai empat orang dalam satu kali jadwal gilir jaga.
Selain mengoperasikan isoter Asrama Haji dan Rusunawa MBR Gemawang, pihaknya sudah berkoordinasi dengan sejumlah pihak. Tujuannya, bila kembali terjadi lonjakan kasus Covid-19, maka isoter lain yang sebelumnya digunakan, bisa kembali beroperasi. Mulai dari RSA UGM, UC UGM, Rusunawa UII.
Cahya menambahkan, mengingat situasi BOR rumah sakit di Kabupaten Sleman maish rendah, --sekitar 1,8%--, maka dioperasikannya kembali RS darurat Covid-19 masih belum mendesak dilakukan.
RS rujukan Covid-19 di Kabupaten Sleman masih bisa menjadi fasilitas kesehatan untuk merawat pasien bergejala sedang hingga berat.
Baca Juga: Dihantam Badai Corona, Total 8 Pemain PSS Sleman Terkonfirmasi Positif Covid-19
"Kalau memang nanti terjadi lonjakan lagi, ya kami harus berpikir lagi supaya tidak terjadi over capacity di masing-masing rumah sakit sehingga tidak bisa menerima pasien lagi. Mungkin kami akan siapkan lagi beberapa strategi, misalnya menyiapkan lagi rumah sakit darurat tadi," tuturnya.
"Tapi saat ini belum perlu, karena masih tersedia. Kami menargetkan, saat ini untuk rumah sakit umum daerah (RSUD) milik pemerintah harus menyediakan 30 persen tempat tidurnya. Untuk rumah sakit umum di wilayah Kabupaten Sleman menyiapkan 20 persen dari tempat tidurnya," sambung eks Direktur Utama RSUD Sleman itu.
Direktur Utama RSUD Prambanan Wisnu Murti Yani mengungkap, pihaknya sudah menyiapkan tempat tidur bagi pasien Covid-19 menyesuaikan anjuran Dinas Kesehatan Sleman, sejak November 2021.
Hal itu dilakukan, karena rumah sakit memperkirakan lonjakan akan terjadi pada dua pekan usai masa libur Natal dan Tahun Baru.
"Setelah itu kami sudah merapatkan barisan, menambahkan SDM di beberapa bangsal Covid dan mempersiapkan pelatihan-pelatihan pemahaman cara penanganan Covid yang terbaru. Surat Edaran Menteri Kesehatan tetang penanganan Covid-19 sudah kami sosialisasikan," terangnya.
Untuk bangsal Candi Abang, yang merupakan bangsal perawatan bagi pasien Covid-19, sudah disediakan enam tempat tidur yang disertai ventilator. Dua di antaranya merupakan ruang perawatan bertekanan negatif.
Berita Terkait
-
Trimedya Panjaitan Sarankan Komisi III DPR Lockdown, Susul Alat Kelengkapan Dewan Lain yang Lebih Dulu
-
Berawal dari Demam, JooE Momoland Positif Covid-19
-
Dampak Gelombang Tiga Covid-19 Melanda Parlemen, Sejumlah Alat Kelengkapan Dewan di DPR Pilih Lockdown Tunda Kegiatan
-
Tanah Lot Masih Sepi Walau Libur Imlek, Staf Hanya 15 Orang Dan Digaji Uang Lauk Pauk
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Menyesap Selang Demi Setetes Air, Potret Ketangguhan Warga Bantul Bertahan Saat Kemarau
-
Pasien Asuransi Pemerintah Masih Menunggu, Industri Sebut Administrasi Jangan Kalahkan Kemanusiaan
-
UMY Kembangkan 5 AI Pendeteksi Penyakit, Bantu Diagnosis Kanker hingga Tumor Otak Lebih Cepat
-
Unisa Yogyakarta Perkuat Riset Lewat Laboratorium Animal House, Dukung Pengembangan Kandidat Obat
-
Isu Keamanan Jelang HUT RI Bikin Khawatir, Sri Sultan Singgung Soal Pagar Tinggi di Mal