SuaraJogja.id - Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Yogyakarta menyatakan siap membuka kembali Selter Gemawang jika dibutuhkan tambahan selter untuk penanganan pasien COVID-19 bergejala ringan, namun tetap mengoptimalkan pemanfaatan Selter Bener di Rusunawa Tegalrejo.
“Untuk Selter Gemawang bisa kami aktifkan kembali jika memang dibutuhkan tambahan tempat untuk isolasi pasien terkonfirmasi positif COVID-19. Tinggal diaktifkan saja,” kata Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Yogyakarta Heroe Poerwadi di Yogyakarta, Minggu.
Menurut dia, sebagian besar pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di Kota Yogyakarta menunjukkan gejala ringan bahkan banyak pasien yang tidak menunjukkan gejala apapun.
Oleh karenanya, ia meminta pasien yang tidak menunjukkan gejala atau bergejala ringan untuk menjalani isolasi mandiri di rumah asalkan kondisi rumah memenuhi syarat untuk isolasi mandiri.
Jika rumah yang ditempati dinilai tidak layak untuk digunakan sebagai tempat isolasi mandiri, katanya, maka perlu berkoordinasi dengan posko di tingkat RT/RW atau puskesmas setempat agar dapat diarahkan untuk isolasi terpusat.
“Saat ini, yang kami optimalkan adalah di Selter Bener terlebih dulu,” katanya.
Sejak September 2020, Selter Bener telah dimanfaatkan sebagai lokasi isolasi untuk pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di Kota Yogyakarta. Selter tersebut memiliki kapasitas 84 pasien.
Sementara itu, Selter Gemawang yang juga memanfaatkan rusunawa dihentikan pemanfaatannya saat kasus COVID-19 di Kota Yogyakarta mengalami penurunan sehingga tidak ada lagi pasien yang memanfaatkan selter tersebut.
Pada Sabtu (5/2) terdapat tambahan 54 kasus baru COVID-19 di Kota Yogyakarta dengan tiga pasien dinyatakan sembuh atau selesai isolasi, sehingga kasus aktif di kota tersebut tercatat 208 kasus.
Sementara itu, bagi pasien yang menjalani isolasi mandiri, akan mendapat bantuan makan dan minum dari Pemerintah Kota Yogyakarta melalui kelompok kuliner yang tergabung dalam program Gandeng Gendong di wilayah tersebut.
Pengajuan bantuan makanan bagi warga yang menjalani isolasi mandiri atau kontak erat yang menunggu hasil tes COVID-19 akan diajukan oleh kelurahan ke Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi dengan melampirkan surat dari puskesmas dan identitas diri.
Setelah verifikasi dan dinyatakan memenuhi syarat untuk mendapat bantuan makan adan minum, maka kelurahan akan melakukan pemesanan ke kelompok kuliner di wilayah tersebut, demikian Heroe Poerwadi.
Berita Terkait
-
Waspada Potensi Penyebaran Covid-19 di Ruang Publik
-
Asal Usul COVID-19 Belum Ditemukan, WHO Bertemu PM China, Perkuat Kerja Sama Investigasi?
-
Kurangi Mobilisasi Warga di Tengah Lonjakan Kasus COVID-19, Polres Karawang Lakukan Penyekatan di Titik Ini
-
Hari Ini Kasus Positif Covid-19 Indonesia Tambah 36.057 Orang, 57 Pasien Meninggal Dunia
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 4 Mobil Keluarga Bekas 50 Jutaan: Mesin Awet, Cocok Pemakaian Jangka Panjang
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
Pilihan
-
Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR42-500 Berukuran Besar
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
Terkini
-
5 Pantai di Bantul Yogyakarta yang Bisa Dikunjungi Sekaligus dalam Satu Hari
-
Skema Haji Berubah, Kuota Haji Jogja Bertambah 601 Orang, Masa Tunggu Terpangkas Jadi 26 Tahun
-
Indonesia Miskin Keteladanan, Muhammadiyah Desak Elit Selaraskan Ajaran dan Tindakan
-
8 Wisata Jogja Terbaru 2026 yang Cocok Dikunjungi Saat Libur Panjang Isra Miraj
-
Libur Isra Miraj, 34 Ribu Wisatawan Diprediksi Masuk Yogyakarta per Hari