"Kalau boneka kecil kemungkinan dapat. Sekarang saya ngincer yang besar gitu karena lebih puas yang besar," sambungnya.
Ia bahkan pernah mendapat lima boneka berukuran kecil hanya dengan membeli tujuh koin. Namun sekarang ia menyebut agak susah menyapit boneka-boneka yang cukup besar setidaknya memerlukan beberapa kali percobaan.
Dari hasil mencapit itu terhitung sudah ada ratusan boneka yang berhasil dikumpulkan. Beberapa boneka pun kemudian sudah ada yang dijual.
"Koleksi kalau ditotal ini sekarang sama yang laku itu sekitar 700-800 boneka. Soalnya yang kecil-kecil ini hampir 400 lebih sudah habis. Sekarang tinggal 100an mungkin," ucapnya.
Sebelumnya ratusan boneka itu hanya dimasukkan ke dalam plastik dan diletakkan di ruang tamu saja. Namun Nuryanto kemudian iseng mengunggah ratusan boneka itu di salah satu grup jualan di Facebook dan ternyata banyak mendapat respon positif.
Nuryanto mengatakan bahwa penjualan boneka-boneka itu sekarang malah menjadi penghasilan tambahan bagi keluarganya. Selain hobi menyapit yang juga masih terus dilakukan hingga sekarang.
Pembelinya pun datang dari berbagai daerah di sekitar Sleman, mulai dari Maguwoharjo, Gamping, Wirobrajan dan sebagainya. Dulu ia sempat menjual boneka besar hasil mencapit itu dengan harga Rp25 ribu untuk dua boneka namun sekarang hanya dijual Rp10 ribu saja, sedangkan boneka berukuran kecil dijual Rp10 ribu tiga buah.
Disampaikan Nuryanto, pendapatan dari hasil penjualan boneka itu tidak menentu. Namun secara keseluruhan paling tidak ia sudah berhasil mendapat Rp1,3-Rp1,5 juta dari sekian boneka yang terjual tadi.
"Iya (jadi penghasilan tambahan). Jadi uangnya saya masukkan ke toples kalau listrik habis nanti ambil situ, gas juga kalau ada ambil uang boneka," ucapnya.
Baca Juga: Prediksi Bali United vs PSS Sleman di BRI Liga 1 Malam Ini
Saat ini tiada hari tanpa mencapit boneka bagi Nuryanto dan anak-anaknya. Paling tidak ia akan menyapit minimal satu kali dalam sehari.
"Iya harus (nyapit). Pernah malam minggu, udah setengah 9 malam itu sehari belum nyapit anak saya ngajak nyapit. Nangis harus nyapit. Meskipun di sana mesinnya sudah beli koin 2 ribu nggak dapat terus pulang yang anak cewek itu. Dapat enggak dapat sehari harus nyapit. Minimal sekali," paparnya.
"Kalau deket paling sehari dua kali, soalnya anak misalnya pagi mau garap tugas nyapit dulu, terus mau makan sore atau mau cari lauk mampir nyapit dulu," imbuhnya.
Ditambahkan Nuryanto, bahkan ia merasa pemilik dari mesin pencapit itu tak jarang sudah menghafalinya. Sehingga boneka itu disusun agar lebih susah untuk dicapit.
"Kalau saya rasa-rasakan agak susah terus posisi menatanya (boneka) ditutup atau yang besar ditaruh agak bawah ke dalam. Iya pemilik sering niteni (memperhatikan). Dulu pernah saya, bobol (dapat) terus kok gampang terus dipindah (mesinnya). Biasanya dua minggu baru diambil di toko itu, itu belum ada dua minggu kok terus dipindah," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Awas Iri! Cewek Dapat Boneka Raksasa hingga Buket Uang saat Valentine, Harus Diantar Rombongan Ojol Saking Banyaknya
-
Kisah Wanita Mengidentifikasi Diri Jadi Boneka Setan Tanpa Gender, Sebut Dulu Sering Dibully Mirip Monster
-
Bikin Geger Polisi! Penemuan Sosok yang Disangka Mayat: Ternyata Boneka Seks
-
Belum Resmi Debut, Visual Anggota Girl Grup NMIXX Ini Curi Perhatian, Bak Boneka?
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Lima Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, Muhammadiyah Minta Pencarian Gunakan Teknologi Terbaru
-
Heboh LHKP Muhammadiyah Cap Program MBG Haram, Haedar Nashir Buka Suara
-
Jelang Tanwir ke-114, Muhammadiyah Sentil Masalah Bangsa Menumpuk, Elite Tak Gerak Cepat
-
Dana Desa Dipangkas untuk Kopdes Merah Putih, Banyak Lurah Takut Masuk Penjara, DIY Andalkan Danais
-
Konsumsi Daging di Jawa Menggila, Ternak Terbatas, Selandia Baru Siap Ekspor Sperma Sapi ke Jogja