SuaraJogja.id - Gunung tertinggi di Pulau Jawa adalah Gunung Semeru, ketinggiannya mencapai 3.676 meter di atas permukaan laur (mdpl). Lokasi dari gunung ini adalah di dua Kabupaten yakni, Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang.
Gunung di Pulau Jawa ini selain terkenal dengan keindahanya, juga terkenal dengan beberapa mitos dan kisah mistisnya. Ingin tahu bagaimana kisahnya? Berikut ulasannya yang dilansir dari YouTube chanel Andika Travelido pada Rabu (16/2/2022), yaitu:
Gunung semeru ini merupakan salah satu gunung populer untuk pendakian. Selain itu, Gunung Semeru ini juga merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa.
Ketinggiannya mencapai 3.676 mdpl. Di Indonesia, Gunung semeru ini menempati peringkat ketiga gunung tertinggi di Indonesia, setelah Pucak Jayawijaya dan Gunung Kerinci.
Gunung Semeru juga merupakan gunung aktif yang tiap 10 hingga 15 menit akan meletus. Ketika turun dari Gunung Semeru, pendaki wajib waspada, agar tidak terperosok ke jurang karena masuk ke zona blank 75, yaitu kawasan jurang yang ada di lereng gunung semeru sebelum puncak.
Konon katanya, Gunung Semeru ini merupakan tempat bersemayamnya Dewa Brahmana dan Wisnu, yang juga merupakan pasak bumi dari Pulau Jawa. Selain itu, di danau Ranu Kombolo ini terdapat kisah mistis yaitu terdapat sosok wanita yang kadang juga bisa menjelma menjadi ikan.
2. Gunung Slamet
Gunung ini memiliki ketinggian 3.432 mdpl. Gunung ini berada di Jawa Tengah yang menjadi perbatasan antara 5 Kabupaten sekaligus.
Baca Juga: Indah Banget, Ternyata Ini Asal Usul Nama 'Gamalama' dari Dorce Gamalama
Gunug ini memiliki mitos, apabila meletus maka Pulau Jawa akan terbelah menjadi 2 bagian. Maka dari itu, gunung ini diberi nama slamet agar bisa memberi keselamatan.
3. Gunung Sumbing
Merupakan gunung yang memiliki ketinggian 3.371 mdpl. Secara administratif, gunung ini berada di tiga wilayah Kabupaten, yaitu Kabupaten Magelang, Kabupaten Temanggung, dan Kabupaten Wonosobo.
Adapun beberapa kisah mistis di tempat ini, diantaranya, adanya peri, adanya sosok orang tua sedang menghisap kemenyan, adanya penanpakan sekumpulan orang berbaju putih, penampakan pertapa yang duduk bersila.
Ada juga mitos yang mengatakan bahwa, Gunung Sumbing ini bisa dijadikan sebagai tempat persugihan. Namun, apabila melakukan ritual persugihan di tempat ini, maka diharuskan untuk membayar nyawa.
4. Gunung Arjuno
Berita Terkait
-
Pembangunan Kawasan Wisata di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Ancam Habitat Hewan Langka
-
Ke Pulau Ternate Bersama Benyamin Suaeb, Asal Usul Nama Dorce Gamalama
-
Indah Banget, Ternyata Ini Asal Usul Nama 'Gamalama' dari Dorce Gamalama
-
Jika Tinggal di Pulau Jawa, Anda Wajib Tahu Mana Saja Batas Laut Jawa
-
Patok Sudah Terpasang Sejak 2018, Warga Tak Pernah Diberi Sosialisasi Pembangunan Kawasan Wisata di TNGGP
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Perajin Menjerit! Batik Indonesia Dibajak Vietnam, Merek Lebih Dulu Didaftarkan di Luar Negeri
-
Pameran PASSAGE: Jembatan Seniman Yogyakarta Menuju Panggung Prancis
-
Ketika SD Negeri di Jogja Kekurangan Murid, Guru Patungan demi Tetap Bisa Bermimpi
-
Haedar Nashir: Tak Ada Kompromi bagi Pelaku Pelecehan Seksual di Kampus Muhammadiyah
-
Skandal Korupsi Beruntun, Muhammadiyah Desak Presiden Pimpin Perang Total, Tak Sekedar Ceramah