SuaraJogja.id - Pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kabupaten Bantul bisa memasarkan produknya melalui marketplace milik Pemkab Bantul yakni Bantul Online Shopping (BOS). BOS merupakan aplikasi marketplace yang bertujuan untuk membantu pedagang pasar dan pelaku UMKM guna memperluas pemasaran melalui pemasaran online.
Menurut Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, meski sudah ada marketplace raksasa, namun yang membedakan marketplace ini dikelola oleh pemerintah. Pelapak yang ada di dalamnya pun sudah melalui proses kurasi oleh Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Dinas KUKMPP) Bantul.
"Sebelum bisa berjualan, pelaku UMKM sudah melalui proses kurasi. Dengan kami membangun BOS ini akan mendapatkan data tentang komoditi yang diperdagangkan dan memiliki daya saing," kata Halim di sela-sela peluncuran BOS di Kompleks Parasamya, Selasa (22/2/2022).
Dia menyampaikan, semua aktivitas transaksi dalam aplikasi BOS akan terekam. Dan saat ini statistik perdagangan sangat diperlukan untuk kepentingan pembinaan sekaligus untuk mengarahkan pembangunan yang berbasis data.
"Saya rasa BOS, ke depan jika terus disempurnakan akan tumbuh menjadi satu marketplace lokal yang luar biasa," ucapnya.
Pihaknya optimistis BOS akan menjadi marketplace milik pemerintah yang dapat dipercaya masyarakat. Sebab, Pemkab Bantul bertanggung jawab untuk melakukan kurasi serta pembinaan UMKM.
"Ini ibaratnya satu dayung dua pulau terlampaui. Dengan membentuk marketplace ini juga membina yang sebelumnya dilakukan kurasi."
"Sekaligus untuk meningkatkan daya saing UMKM. Kami tidak asal-asalan memasukkan UMKM ke dalam BOS, sudah dikurasi oleh tim kurator," paparnya.
Selanjutnya tim kurator akan diperkuat sekaligus berfungsi sebagai quality control atau kendali mutu atas produk-produk yang dijual di BOS.
Baca Juga: Gelaran BRI Liga 1 di Bali Bawa Keuntungan Bagi UMKM Katering Ibu Made Widiasih
Ia mengklaim bahwa keunggulan BOS adalah pemerintah berpihak pada UMKM dan terus melakukan pembinaan. Ia juga menyebut tidak cari keuntungan melalui aplikasi BOS.
"Nanti grafik statistik itu akan tampak komoditi mana yang laris. Kami tidak punya kepentingan untuk cari untung dari BOS. Kami ingin mengukur daya saing produk-produk UMKM di Bantul, kami uji sendiri," katanya.
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Ekuitas BRI Mencapai Rp330,9 Triliun di Tengah Pembagian Dividen
-
Peringatan 20 Tahun Gempa Jogja: Menyiapkan Generasi Muda Menghadapi Ancaman Bencana Alam
-
Diseret ke Isu Lain, Kuasa Hukum Sri Purnomo: Tanpa Bukti di Sidang, Itu Bukan Fakta Hukum
-
Polresta Sleman Selidiki Teror Order Fiktif Ambulans dan Damkar, Nomor Pelaku Terdeteksi di Sumut
-
Ada Bahasa Isyarat di Balik Harumnya Tembakau, Kisah Perjuangan Difabel Menembus Dinding Stigma