SuaraJogja.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta mengaku belum bisa mengakomodir vaksinasi booster lansia dengan aturan baru. Dimana interval pemberian vaksin dihitung hanya 3 bulan setelah mendapat vaksin dosis kedua.
Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) dan Pengelolaan Data dan Sistem Informasi, Dinkes Kota Yogyakarta, Lana Unwanah menjelaskan belum ada sinkronisasi sistem.
"Kita cek di sistem PCare (BJPS) masih belum terakomodir. Jadi, kadangkala antara kebijakan Kemenkes selaku koordinator dengan pengembang sistem di BPJS itu tidak in line, jadi kemungkinan masih proses itu," terang Lana dihubungi wartawan, Rabu (23/2/2022).
Ia menuturkan, dirinya tak menampik, sejauh ini beberapa penyelenggara vaksinasi massal mulai memberikan akses booster bagi lansia yang intervalnya masih tiga bulan dari dosis kedua. Menurutnya, itu tidak menjadi persoalan, sepanjang penyelenggara bertanggungjawab pada data.
"Artinya, kita tidak menyalahkan, kalau sudah ada yang melaksanakan itu, karena regulator (Kemenkes) kan juga sudah mengumumkan. Tapi, penyelenggara punya pekerjaan menginputkan data peserta nanti," ungkap dia.
Karena itu, secara resmi, Dinkes baru akan menerapkan kebijakan percepatan interval ketika sistem PCare sudah benar-benar terakomodir.
"Sebetulnya, secara prinsip sudah bisa disuntikkan. Kalau belum bisa masuk di PCare, takut datanya tidak tercatat. Kalau sistem sudah baik, kita siap. Tapi, semangatnya memang untuk lansia dulu diregulasi, karena mereka itu kan termasuk kategori rawan," ungkapnya.
Hingga kini sudah sekitar 23.608 warga lanjut usia (lansia) yang ter vaksin. Lana mengungkapkan 51,39 persen lansia yang terakses booster. Tapi, ia mengakui belakangan intensitasnya sedikit menurun.
"Karena sudah di atas 50 persen. Jadi, lajunya sudah tidak seperti waktu awal-awal dulu yang sangat cepat. Begitu mendekati 50 persen itu menurun. Percepatannya kita upayakan terus itu," kata Lana.
Baca Juga: Omicron Masuk Indonesia, Dinkes Kota Yogyakarta Bakal Skrining Pelaku Perjalanan Pakai WGS
Ia memastikan untuk vaksinasi booster lansia tetap dikebut. Harapannya akhir Maret 2022 semua lansia di Kota Jogja ter vaksin dosis ketiga atau booster.
Berita Terkait
-
Aturan Baru, Syarat Mendapat Vaksin Booster Lansia
-
Rentan dan Angka Kematian Tinggi, Kapolri Minta Vaksinasi Booster Bagi Lansia Terus Digencarkan
-
Tinjau Vaksinasi Lansia di Alun-alun Kota Bekasi, Kapolda Metro Jaya: Semangatnya Tinggi
-
Vaksin Booster Lansia: Ini Syarat, Jenis Vaksin, Aturan Terbaru Orang Tua Boleh Suntik Ketiga Minimal 3 Bulan
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Pledoi Sri Purnomo: Kuasa Hukum Tegaskan Tak Ada Persekongkolan dan Keuntungan Pribadi
-
Pameran Kuliner dan Kemasan Skala Internasional Siap Digelar di Jogja, Dorong Standardisasi Mutu
-
Mulai 1992 Hingga Kini, UMKM Kuliner Ayam Panggang Bu Setu Terus Berjaya Bersama BRI
-
BRI Salurkan KPR Subsidi Rp16,79 Triliun, Perkuat Dukungan pada Program Perumahan Nasional
-
Okupansi Hotel Tak Maksimal saat Libur Lebaran, Wakil Wali Kota Jogja Ungkap Penyebabnya