SuaraJogja.id - Sebuah kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di Jalan Daendels, Pleret 1 RT 01 RW 01, Panjatan, Kulon Progo pada Sabtu (26/2/2022) pagi. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kecelakaan kali ini.
Peristiwa kecelakaan tersebut disampaikan oleh Kasi Humas Polres Kulon Progo Iptu I Nengah Jeffry Prana Widnyana. Disebutkan bahwa kecelakaan tunggal itu dialami oleh sebuah mobil Daihatsu Taruna dengan nomor polisi T 1639 AT.
"Benar tadi pagi sekitar pukul 07.30 WIB ada kejadian laka tunggal lantas di wilayah hukum Polres Kulon Progo tepatnya di Jl Daendels, Pleret I," kata Jeffry saat dikonfirmasi awak media, Sabtu (26/2/2022).
Jeffry menuturkan bahwa kronologi kejadian sendiri berawal dari mobil Daihatsu Taruna tersebut yang melaju dari arah barat menuju ke arah timur. Saat itu mobil melaju dengan kecepatan tinggi.
Berdasarkan keterangan dari sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian, mobil tersebut sudah terlihat oleng ke kanan dan kekiri saat dalam perjalanan tersebut hingga akhirnya di TKP menabrak pembatas jalan.
"Jadi melaju dengan dengan kecepatan tinggi terlihat sudah kondisi oleng ke kanan dan ke kiri, sesampainya di TKP menabrak pembatas jalan lalu hingga masuk ke Sungai Peni yang tak jauh dari sekitar lokasi kejadian," terangnya.
Berdasarkan informasi sementara yang dihimpun oleh pihak kepolisian kecelakaan tunggal ini diakibatkan dari pengemudi yang lalai atau kurang hati-hati.
"Analisanya pengemudi mobil daihatsu taruna kurang hati-hati saat mengemudi," ucapnya
Disampaikan Jeffry, adapun identias pengemudi mobil bernama Taufi Nur (49) warga Kelurahan Munjul Jaya, Kecamatan Purwakarta, Jawa Barat. Dari hasil pemeriksaan sementara pengemudi mengalami sejumlah luka yakni patah lengan tangan kiri.
Pengemudi yang masih dalam kondisi sadar langsung dilarikan ke RSUD Wates untuk penanganan lebih lanjut. Sedangkan penumpang lainnya di mobil tersebut bernama Maulinda Pratiwi (23) yang beralamat sama dengan pengemudi hanya mengalami luka lecet lengan tangan kiri.
Lalu ada Partinem (52) tidak mengalami luka dan Khofifah Anggitasari (19) mengalami memar di kaki kiri serta lecet tangan kanan. Semuanya saat ini tengah menjalani rawat jalan di rumah sakit.
"Kerusakan mobil penyok body kiri, spion pecah, kaca mobil depan dan samping kiri pecah, bumper depan pecah. Kerugian material kurang lebih Rp1 juta," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Tragis, Siswa SMK Tewas Mengenaskan Terlindas Truk di Cikarang, Warganet: Itu Jalan Udah Makan Banyak Korban
-
Hilang Kendali, Pengendara Motor di Karimun Tewas Setelah Tabrak Tiang Listrik
-
Heboh! Mobil Toyota Calya Terbalik di Halaman Rumah Warga di Mempawah Hulu: Murni Kecelakaan Tunggal
-
Hyundai Raih Penghargaan Mobil Teraman dari IIHS, Termasuk Genesis G80 untuk KTT G20 Bali
-
Makan Korban, Sampai Ada yang Meninggal, Jalan Selat Lombok Bontang Gelap Gulita Karena PJU Tidak Ada
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
Terkini
-
Diduga Keracunan Makanan Pamitan Haji, 43 Warga Sleman Alami Diare dan Demam
-
Menyambut Derby DIY di Super League Musim Depan, Bupati Sleman: Hilangkan Rivalitas Tidak Sehat
-
Viral Pelari di Jogja Dipukul OTK Saat Ambil Minum, Begini Kronologinya
-
Resmi Promosi, Bupati Sleman Minta PSS Jaga Komitmen di Super League: Jangan Sampai Turun Kasta Lagi
-
Coretan Umpatan di Little Aresha Semakin Banyak, Psikolog UGM Tegaskan Mengikat Anak Tak Dibenarkan