SuaraJogja.id - Wacana penundaan 2024 tengah menjadi perbincangan hangat dalam beberapa waktu belakangan. Pro kontra tentang usulan tersebut pun bermunculan dari berbagai tokoh dan lapisan elemen masyarakat.
Menanggapi hal tersebut pakar politik UGM Wawan Masudi mengatakan bahwa setidaknya ada dua alasan yang membuat wacana penundaan pemilu itu menjadi tidak masuk akal. Pertama tidak ada situasi mendesak yang memerlukan pemilu itu ditunda.
"Untuk pendapat saya nggak masuk akal ya pemilu ditunda. Karena satu tidak ada situasi yang betul-betul mendesak," kata Wawan saat dihubungi awak media, Selasa (1/3/2022).
Kedua, kata Dekan Fisipol UGM tersebut, para pemimpin partai politik (parpol) sudah seharusnya memahami bahwa ukuran dasar dari demokrasi yang prosedural adalah diselenggarakannya pemilu secara rutin.
"Jadi lebih baik semua orang berkomitmen pada itu karena ini akan terkait dengan kepercayaan rakyat terhadap sistem yang kita bangun," ungkapnya.
Ia menyebut bahwa wacana itu hanya sebatas aspirasi politik saja. Sebab jika melihat kembali komitmen awal maka pergantian kepemimpinan secara rutin ini adalah salah satu pilar untuk menjaga dan mengembangkan suatu sistem pemerintahan yang demokratis.
Kemudian masih ada pula legitimasi lembaga-lembaga perwakilan yang dilakukan secara rutin oleh rakyat. Sehingga usulan penundaan pemilu semakin menjadi tidak masuk akal.
"Saya kira usulan tersebut (penundaan pemilu) tidak masuk akal dan kontraproduktif terhadap perkembangan dan pembangunan demokrasi yang kita lakukan sejauh ini," ucapnya.
Para politisi dan elit politik diminta untuk tidak seenaknya memutuskan penunandaan pemilu nanti. Disampaikan Wawan, mereka perlu tahu bahwa negara ini dimiliki banyak pihak.
"Jadi mereka tidak boleh juga berpikir seolah-olah bahwa semua bisa mereka tentukan sendiri. Mereka harus belajar dari sejarah. Kalau melakukan, mengusulkan sesuatu tanpa memperhatikan apa yang menjadi semacam aspirasi publik ya justru akan kontraproduktif kan," urainya.
Selain memunculkan kondisi kontraproduktif, kata Wawan, jika memang wacana itu disetujui juga hanya akan membuat gaduh saja. Sebab ada banyak pihak khususnya masyarakat yang menggugat hal tersebut.
"Itu nanti hanya akan gaduh saja karena akan digugat sana-sini, dipersoalkan sana-sini, rakyat masyarakat akan demo menyampaikan pendapatannya, akan ada petisi dan lain sebagainya lah," tandasnya.
Sebelumnya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyampaikan usulan adanya penundaan Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2024. Usulan itu diungkapkan langsung oleh Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.
Cak Imin mengatakan bahwa idenya itu disampaikan karena tidak ingin ada yang mengganggu terhadap pertumbuhan ekonomi saat ini, termasuk penyelenggaraan pemilu.
"Itu ide saya untuk bagaimana agar momentum pertumbuhan ekonomi yang membaik ini tidak terganggu oleh pemilu. Semua tergantung presiden dan pemimpin partai-partai," kata Cak Imin.
Berita Terkait
-
Elite-elite Parpol Sengaja Ingin Tunda Pemilu untuk Dapat Waktu Naikan Elektabilitas Jadi Capres-Cawapres
-
Pengamat Beberkan Ancaman yang Berpotensi Gerus Suara PKS dan PAN di Pemilu 2024
-
Pendukung Ganjar Pranowo Tolak Wacana Penundaan Pemilu 2024
-
Wacana Penundaan Pemilu 2024, Ternyata Usulan Pertama dari Menteri Presiden Jokowi
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Imigrasi Yogyakarta Kembali Gagalkan Keberangkatan 3 Pria Diduga Jemaah Haji Non-Prosedural
-
Jangan Asal Perluas! Pemda DIY Tuntut Sistem MBG Dibenahi Total Sebelum Masuk Kampus
-
Usulan Pahlawan Nasional Sultan HB II Menanti Persetujuan Keraton Yogyakarta hingga Presiden Prabowo
-
Harga TV Changhong dan Kelebihan yang Perlu Diketahui, Cek Sekarang di Blibli