- Pemkab Sleman mengeluarkan imbauan keras agar masyarakat tidak melakukan borong jelang Ramadan meskipun terjadi kenaikan harga pangan.
- Kenaikan harga terdeteksi pada komoditas seperti cabai rawit, minyak goreng, dan gula pasir menurut data SIHARPA Sleman.
- Pemerintah Sleman akan mengadakan operasi pasar murah Maret dan mengajukan tambahan kuota LPG untuk menjaga stabilitas.
SuaraJogja.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman secara resmi mengeluarkan imbauan keras kepada masyarakat agar tidak melakukan aksi borong atau panic buying. Kendati memang ada tren kenaikan harga sejumlah komoditas pangan menjelang Ramadan.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Heri Setyawati, menegaskan bahwa meski fluktuasi harga mulai terjadi, pemerintah menjamin ketersediaan stok di pasaran masih dalam kategori aman.
"Kami menghimbau kepada masyarakat luas agar tidak melaksanakan panic buying. Kita berbelanja dengan bijaksana, seperlunya saja karena memang stok di pasaran itu semuanya bisa aman," kata Heri, Jumat (13/2/2026).
Berdasarkan data Sistem Informasi Harga Pangan (SIHARPA) Kabupaten Sleman, tren kenaikan harga mulai terdeteksi pada setidaknya tiga komoditas.
Heri mengungkapkan bahwa lonjakan harga yang paling mencolok dalam sepekan terakhir meliputi komoditas bumbu dapur hingga kebutuhan pokok cair.
"[Pekan] kemarin itu malah justru cabai rawit, kemudian minyak goreng, dan gula pasir," tandasnya.
Ia memprediksi tren kenaikan ini masih berpotensi berlanjut seiring meningkatnya permintaan menjelang hari besar keagamaan.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) telah menyiapkan skema intervensi melalui operasi pasar murah pada Maret mendatang.
"Di bulan Maret itu Disperindag itu juga akan melaksanakan pasar murah yang itu akan menjangkau beberapa pasar di Kabupaten Sleman untuk memastikan bahwa masyarakat itu bisa memperoleh harga yang tidak melampaui dari yang sudah ditetapkan oleh pemerintah," ungkapnya.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem Ancam Pangan DIY? Ini Strategi Pemda Amankan Stok Hingga Akhir Tahun
Selain sektor pangan, pemerintah juga fokus mengamankan pasokan energi. Hal ini dilakukan dengan mengajukan tambahan kuota gas LPG ke Pertamina.
Disampaikan Heri, pihaknya mengajukan sebesar kuota tambahan sebanyak 114.000 tabung guna menghadapi masa libur panjang. Langkah antisipatif ini diambil berdasarkan rekomendasi teknis dari Hiswana Migas untuk menjamin ketersediaan gas di tingkat konsumen.
"Ini kami juga ingin memastikan bahwa kebutuhan masyarakat itu bisa tercukupi," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
Pilihan
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
Terkini
-
Tren Harga Komoditas Pangan Mulai Merangkak Naik Jelang Ramadan, Pemkab Sleman Imbau Warga Tak Panic
-
SARGA.CO Buka Musim Baru dengan Jateng Derby 2026
-
Ironi Dunia Kedokteran, Orang RI Buang Uang Rp160 Triliun ke Luar Negeri untuk Berobat
-
Progres Paket 2.2B Tol Jogja-Solo di Sleman Sentuh 79,5 Persen, Proyek Jalur Gamping Segera Dimulai
-
Buka Puasa Mewah di The Manohara Hotel Yogyakarta Menu Arabian Mulai Rp165 Ribu!