Eleonora PEW | Hiskia Andika Weadcaksana
Kamis, 03 Maret 2022 | 22:00 WIB
Ilustrasi Pemilu. [Solo Pos]

SuaraJogja.id - Berbagai survei untuk menerka bakal calon presiden Indonesia 2024 mendatang pilihan masyarakat terus dilakukan. Sejauh ini setidaknya ada tiga nama yang kerap menduduki peringkat tuga teratas dari sejumlah survei tersebut yakni Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.

Namun, pakar politik Universitas Gadjah Mada (UGM) Wawan Masudi menyebut, dari semua nama itu belum ada yang dianggap sebagai pemenang. Dengan kata lain, tidak ada satu nama yang paling mendominasi pilihan masyarakat dalam berbagai survei itu.

"Sebenarnya hasil survei yang menempatkan figur seperti Pak Ganjar, Anies dan Prabowo di posisi atas kan tidak mengejutkan ya. Ini kan dari semua survei yang dibuat dari berbagai lembaga dalam beberapa bulan terakhir kan memang tiga nama ini yang naik turunnya," kata Wawan saat dihubungi awak media, Kamis (3/3/2022).

"Tetapi kan sebenernya belum ada yang benar-benar dianggap sebagai pemenang atau dominan ya karena semuanya masih di bawah 30 persen," sambungnya.

Wawan menyatakan bahwa masih terbuka ruang dan kemungkinan yang luas bagi kompetisi elektoral tersebut. Sebab memang belum ada satu nama yang benar-benar secara konsisten mendapatkan preferensi dari pemilih yakni masyarakat sebanyak paling tidak 60 persen.

Jika kemudian muncul sosok dan preferensi 60 persen dari masyarakat itu dipegang, kata Wawan, lantas figur bakal calon presiden Indonesia 2024 dapat terlihat.

"Tetapi kalau selisihnya hanya 2-3 persen dan overall itu rata-rata masih di bawah 30, saya kira belum mencerminkan adanya satu preferensi publik yang sangat dominan," ucapnya.

Namun disampaikan Dekan Fisipol UGM tersebut berbagai survei itu menunjukkan bahwa tidak menutup kemungkinan banyak harapan dari masyarakat tentang model kepemimpinan yang diproyeksikan ke depan. Mungkin dari model pemimpin yang secara konsisten secara terus-menerus menunjukkan kesungguhanya untuk dekat dengan rakyat maupun model pemimpin yang lain.

"Tapi kalau dilihat dari angkanya yang hanya bergerser jadi angka-angka itu di bawah 30 persen dan selisihnya satu sama lain hanya sekira 2-3 persen itu juga belum cukup clear juga preferensi utama dari pemilih kita apa. Makanya masih perlu kita amati," tuturnya.

Baca Juga: Elektabilitas Ganjar Pranowo Teratas Lagi di Survei SRMC, Disebut Berhasil Eksis di Medsos

Ia menduga belum adanya preferensi dari pemilih ini karena jarak waktu yang masih jauh untuk menyongsong 2024 mendatang. Terhitung lebih kurang dua tahun dari sekarang pemilihan presiden baru akan diselenggarakan.

Hasil berbagai survei itu, tambah Wawan baru sebatas menunjukkan bahwa publik mengenal figur tertentu dengan preferensi yang juga masih terbatas.

"Dan preferensinya kan ternyata juga masih split ya karena selisih yang hanya sekian persen sedikit kemudian semuanya di bawah 30 persen kan berarti belum ada satu tokoh yang secara dominan bisa meyakinkan publik," pungkasnya.

Terbaru ada Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang menunjukkan hasil survei jawab spontan para responden yang diberikan pertanyakan 'siapa presiden yang dipilih apabila pemilihan dilakukan sekarang?'

Paling banyak responden memilih nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Dalam hasil survei terlihat sebanyak 19,9 persen responden memilih nama Ganjar. Kemudian 10,4 persen memilih nama Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto.

Load More