SuaraJogja.id - Sebuah unggahan berkait keluhan netizen saat berwisata di Taman Sari diminta tarif tambahan lantaran dikira fotografer karena menenteng kamera profesional menjadi perbincangan publik.
Unggahan yang pertama kali dikabarkan lewat Facebook lalu diunggah ulang akun Twitter @merapi_uncover tersebut salah seorang netizen yang tengah berwisata ke situs Taman Sari terkejut saat diminta membayar foto di lokasi lantaran menenteng kamera profesional.
Ia menerangkan kepada pihak yang berwenang di lokasi bahwa kamera profesional yang dibawanya hanya untuk dokumentasi semata dan objek foto yang diambil tidak untuk diperjualbelikan.
"Posisi saya disitu adalah diajak wisata sama keluarga untuk ngefotoin perjalanan mereka. Nahhh aku kan yo bawa gear saya apa adanya tapi cuma kamera aja sama lensa,"
"Nah mereka menstop saya untuk membayar tarif foto sesion karena ngelihat gear saya yang sekelas potografer bukan orang biasa. mereka nanya masnya sebagai fotografer pasti tau kan perbedaan foto sesion sama perjalanan domestik. Yaudah tak jelasin panjang lebar, tapi tetep nyuruh saya keluar nek mau lanjut silakan bayar tarif foto sesion,"
"Nahh saya tanya lagi, trus alasannya apa pak kalau foto dengan kamera pro?? wong fotone yo gak mau saya jual belikan dan ini juga cuma sekadar foto keluarga daripada pake hp makanya ngajak saya. Kecuali nak emang ini foto produk, foto prewed atau untuk kepentingan penjualan dan diset sedemikian rupa yang mungkin mengganggu wisatawan laindalam berkunjung,"
"Mereka ga bisa jawab bersikukuh nyuruh saya keluar.. Bahkan kamera saya mau saya kasihkan ke mereka tak suruh mengamankan dan saya mau lanjut foto pake hape juga gak diizinkan tetep harus suruh bayar dulu tarif foto sesion dengan embel-embel saya fotografer bukan orang wisata biasa," jelasnya.
Unggahan tersebut pun ditanggapi beragam oleh netizen.
"Bukane wis suwe yo iki aturane? Kebetulan aku fotografer beberapa kali motret prewed neng kono emang tarif resmi sakmono sih. Tapi nek wisatawan biasa sak ngertiku bayar muk 3000 ijine foto," terang Ra*****
Baca Juga: Viral Posisi Pelaminan Pengantin Ini Bikin Gagal Paham, Fotografer Auto Menangis
"Masalahnya batasan motret profesional sama untuk pribadi ini ga jelas batasnya di jaman sekarang, foto prewed pake baju kasual ga ngaku kalau prewed juga banyak. Jadi yang jadi patokan adalah alat yang digunakan," kata its*****
"Yang hidup dari wisata itu kita Jogja, bukan sebaliknya. Kita yang butuh bukan wisatawannya. Mereka masih punya stok banyak misale, makanya jangan mentang-mentang. Kota wisata yo pengelolaannya yang masuk akal. Masa parkir motor 5 ribu misale. Masak kasus seperti itu sampai rame," ciut des*****
Terpisah, untuk memperoleh informasi yang terang terkait keluhan netizen yang viral itu, tim suarajogja.id berupaya menghubungi pihak terkait. Informasinya pihak terkait baru bisa dikontak sore ini.
Berita Terkait
-
Daya Tarik Taman Sari Jogja, Lengkap dengan Rute dan Fasilitasnya
-
Penyutik Silikon Payudara yang Tewaskan PSK di Hotel Taman Sari Ternyata Transpuan, RDC Sudah 2 Kali Pakai Jasa ER
-
RCD Tewas Usai Payudara Disuntik Silikon 1.000 ml di Hotel Taman Sari, Polisi Tangkap Dua Tersangka
-
PSK Tewas di Hotel Taman Sari Jakbar, RDC Ngeluh Lemas karena Payudara Keluar Cairan usai Suntik Filler
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Bumi Sudah Melewati Batas Perjanjian Paris, Ancaman Krisis Iklim Tak Lagi Sekadar Ramalan
-
Belajar dari Gempa 2006, Jogja Memang Istimewa dalam Menangani Bencana
-
20 Tahun Gempa Jogja Mulai Terlupakan, Ancaman Megathrust Masih di Depan Mata
-
Berkas Kasus Daycare Little Aresha Rampung Pekan Depan, Rekonstruksi Tertutup Menyusul
-
Efisiensi Anggaran Paksa Seniman Bertahan Mandiri, Pemda DIY Prioritaskan Agenda Pusat