SuaraJogja.id - Kemunculannya di dunia hiburan berawal dari kontroversi sensasional dengan Dewi Perssik, kini Rosa Meldianti memiliki penampilan baru. Dirinya diketahui telah memutuskan berhijab sejak tahun lalu.
Awal tahun ini, Rosa Meldianti juga membagikan momen lamaran dengan kekasihnya di akun Instagram pribadinya.
Tidak hanya itu, baru-baru ini keponakan Dewi Persik itu mengungkapkan sedang merintis bisnis. Namun, ia mengaku akan tetap kembali ke dunia entertainment ke depannya.
Rosa mengatakan, saat ini ia fokus ke bisnis kuliner yang sedang di jalankannya. Ia juga mengungkapkan, bisnis yang dijalankannya tersebut dilakukan bersama kekasihnya.
Rosa juga sudah memiliki rencana membuka tempat makan di kawasan Jakarta Selatan.
“InsyaAllah cepat atau lambat akan ada buka tempat makan juga di daerah Jakarta Selatan, untuk tempat makannya,” ucap Rosa Meldianti dikutip Hops.ID--jaringan Suara.com--dari YouTube STARPRO Indonesia pada Minggu (20/3/2022).
Pedangdut yang satu ini juga mengungkapkan kisah perjalanannya untuk memutuskan berhijab. Ia mengaku mendapat hidayah dari Allah SWT sehingga memutuskan untuk mengenakan hijab.
“Alhamdulillah ya kalau orang kan dibukakan hati itu enggak mandang waktu ya. Alhamdulillah aku lagi terbuka hatinya, dapat hidayah untuk berkerudung ya why not gitu,” ungkapnya.
Rosa juga mengatakan, alasannya mantap untuk berhijab sendiri karena kesadaran dirinya. Ia juga menambahkan, uang yang didapatkan saat ini bukan dari hal-hal yang menampilkan keseksian tubuhnya lagi. Oleh karena itu, ia memutuskan untuk mengenakan hijab.
Baca Juga: 8 Artis Tolak Syuting Karena Disuruh Lepas Hijab, Selektif Pilih Peran
“Karena memang satu, kesadaran diri sendiri dan mau nunggu apa lagi, karena aku enggak cari uang dari hal yang seksi-seksi, enggak dari hal-hal yang joget-joget kayak dulu lagi,” tuturnya.
Tidak hanya itu, dia juga mengaku keputusannya untuk mengenakan hijab bukan untuk memperbaiki citranya yang buruk.
Ia juga merasa kalau dirinya yang dahulu bukan sesuatu yang buruk dan masih berada di batas wajar.
Ia mengatakan, berhijab bukanlah sebuah batasan untuknya melakukan sesuatu. Justru, menurutnya dengan berhijab ia menjadi lebih bebas melakukan hal-hal yang diinginkannya.
Ia juga merasa hatinya lebih lega ketika mengerjakan sesuatu ketika berhijab.
“Oh enggak, hijab ini bukan batasan aku untuk melakukan hal apa pun itu. Malah dengan berhijab aku lebih bebas untuk melakukan apa pun itu, dalam artian ngerasanya kayak ya udah sih aku udah plong nih,” kata Rosa Meldianti.
Berita Terkait
-
8 Artis Tolak Syuting Karena Disuruh Lepas Hijab, Selektif Pilih Peran
-
Pesona 10 Artis Mantap Berhijab Setelah Menikah, Jadi Tambah Adem!
-
6 Artis Pernah Berseteru dengan Hotman Paris, Felicya Angelista Sampai Nangis-Nangis Minta Maaf
-
Seperti Ibu Pejabat, 5 Foto Rosa Meldianti Keponakan Depe yang Tampil Tertutup
-
9 Potret Terbaru Rosa Meldianti, Dipuji Makin Cantik Bak Ibu Pejabat
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Janji 19 Juta Lapangan Kerja Prabowo Ditagih, Pemerintah Diminta Berhenti Berkilah
-
Tinggal di Rumah Bambu Tanpa TV, Janda di Jogja Ini Syok Dicap Masuk Kategori Orang Kaya Desil 10
-
Pertumbuhan Ekonomi dan Ilusi Keberhasilan Pembangunan
-
Uang Palsu Rp36 M Bukan Sekadar Kerugian, Akademisi: Bisa Gerus Kepercayaan Publik terhadap Rupiah