- Akademisi UMY Ecky Imamul Muttaqin menyatakan pengungkapan pabrik uang palsu senilai Rp36 miliar di Tangerang Selatan mengancam kepercayaan masyarakat terhadap Rupiah.
- Polda Metro Jaya menyita 360.000 lembar uang palsu pecahan Rp100.000 di Tangerang Selatan pada Jumat, 21 Agustus, sebelum sempat diedarkan.
- Ecky menyarankan pelaku UMKM meningkatkan kewaspadaan transaksi tunai menggunakan metode 3D serta mempercepat adopsi pembayaran digital yang aman.
SuaraJogja.id - Pengungkapan pabrik uang palsu senilai Rp36 miliar di Tangerang Selatan dinilai bukan sekadar persoalan kerugian finansial. Akademisi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Ecky Imamul Muttaqin mengingatkan maraknya peredaran uang palsu dapat menggerus kepercayaan masyarakat terhadap Rupiah sebagai alat pembayaran nasional.
Menurut Ecky, kepercayaan masyarakat merupakan fondasi utama dalam sistem pembayaran. Karena itu, pemalsuan Rupiah berpotensi menimbulkan dampak yang lebih luas ketika masyarakat mulai meragukan keaslian uang yang mereka terima dalam transaksi sehari-hari.
"Selain kerugian finansial, yang terdampak adalah kepercayaan menggunakan mata uang nasional, khususnya dalam bentuk fisik. Padahal kepercayaan merupakan fondasi utama sistem pembayaran," kata Ecky di Yogyakarta, Kamis (27/8/2026).
Pernyataan tersebut merespons pengungkapan pabrik uang palsu oleh Polda Metro Jaya di kawasan Tangerang Selatan pada Jumat (21/8). Polisi menyita sekitar 360.000 lembar uang palsu pecahan Rp100.000 dengan nilai nominal mencapai Rp36 miliar sebelum sempat beredar di masyarakat.
Ecky menilai ancaman terbesar justru dapat dirasakan masyarakat yang masih bergantung pada transaksi tunai. Pedagang kecil dan pelaku UMKM menjadi kelompok yang dinilai paling rentan karena tingginya frekuensi transaksi membuat setiap lembar uang yang diterima tidak selalu sempat diperiksa keasliannya.
Ia menjelaskan praktik pemalsuan uang muncul karena adanya peluang ekonomi yang ditopang masih tingginya kebutuhan masyarakat terhadap uang fisik sebagai alat pembayaran.
Karena itu, Ecky mendorong pedagang dan pelaku UMKM meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika volume transaksi tunai meningkat pada momentum tertentu seperti Ramadan dan Idul Fitri.
Masyarakat juga diminta rutin menerapkan metode 3D, yakni dilihat, diraba, dan diterawang, untuk memastikan keaslian Rupiah. Untuk transaksi dengan pecahan besar, pelaku usaha dapat menggunakan alat pendeteksi keaslian uang.
Di sisi lain, Ecky mendorong percepatan penggunaan pembayaran digital, termasuk QRIS, sebagai salah satu langkah mengurangi ketergantungan terhadap uang fisik sekaligus mempersempit ruang peredaran uang palsu.
Baca Juga: Ramai di Threads, Dosen Farmasi UMY Diduga Lecehkan Mahasiswi, Kampus Panggil yang Bersangkutan
Namun, ia mengingatkan transaksi digital juga tetap membutuhkan kewaspadaan. Pedagang tidak cukup hanya melihat notifikasi pembayaran, tetapi harus memastikan dana benar-benar telah masuk ke rekening.
"Kami mengingatkan pedagang untuk tetap teliti memastikan dana benar-benar masuk ke rekening saat transaksi digital dilakukan," ujarnya.
Menurut Ecky, pemberantasan uang palsu tidak bisa hanya mengandalkan penindakan setelah uang palsu ditemukan. Pengawasan dan edukasi mengenai ciri-ciri keaslian Rupiah perlu dilakukan secara berkelanjutan hingga menjangkau masyarakat dan pelaku usaha di lapisan bawah.
Ia menilai sinergi Bank Indonesia, pemerintah, perbankan, dan aparat penegak hukum menjadi penting untuk menjaga keamanan sistem pembayaran sekaligus mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap Rupiah.
"Masyarakat diimbau tetap waspada dan tidak panik. Pemberantasan uang palsu penting untuk menjaga kedaulatan transaksi ekonomi serta memastikan sistem pembayaran tetap aman bagi seluruh warga," kata Ecky.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Bukti Negara Hadir Tingkatkan Kesehatan Masyarakat: Program CKG Sudah Deteksi Medis 105 Juta Orang
-
Usung Pelestarian Budaya Berkelanjutan, Ini Rangkaian Acara Tentrem Cultural Week 2026
-
JPW Pertanyakan Sikap Humanis Polda DIY: Ada Pelempar Berlindung di Balik Barikade Polisi
-
Polda DIY Akui Terima BKO Pasukan Luar Daerah untuk Pengamanan Aksi di Malioboro
-
Peringatan Dini Cuaca DIY: Kota Jogja hingga Sleman Berpotensi Hujan Petir