Fabiola Febrinastri | RR Ukirsari Manggalani
Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:54 WIB
Pemeriksaan kesehatan pedagang Pasar Niten Bantul, Rabu (12/2/2026) dalam program CKG. (Suara.com/Hiskia)

SuaraJogja.id - Presiden RI Prabowo Subianto telah melakukan berbagai upaya nyata untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat selama dua tahun kepemimpinannya. Salah satunya melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diluncurkan pada Februari 2025.

Program CKG merupakan program skrining medis gratis yang ditujukan bagi semua kalangan, mulai dari balita hingga lansia. Dengan mendatangi puskesmas terdekat, masyarakat bisa mengetahui status kesehatan dan mendeteksi risiko penyakit sejak dini, seperti penyakit kardiovaskular, diabetes melitus, hingga tuberkulosis.

Melalui program CKG, Prabowo ingin memperluas akses terhadap skrining kesehatan, terutama bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan dalam mengakses layanan kesehatan.

Dengan demikian, masyarakat dapat mengetahui risiko kesehatannya sejak dini dan menanganinya sebelum berkembang menjadi penyakit kronis. Terlebih, pengobatan dan pemulihan penyakit kronis membutuhkan biaya tinggi yang dapat memberatkan kondisi finansial masyarakat.

Namun, tujuan CKG tidak berhenti di situ. Bagi Prabowo, CKG merupakan investasi strategis dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) untuk masa depan Indonesia.

Dengan adanya CKG, masyarakat diharapkan dapat menjaga kesehatannya agar tetap produktif dalam jangka panjang. Dengan produktivitas yang terjaga, masyarakat diharapkan bisa terus meningkatkan taraf hidup dan menggapai cita-cita mereka. Pada akhirnya, hal ini juga akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Selain itu, CKG diharapkan dapat menghemat anggaran kesehatan untuk penanganan penyakit kronis pada masa depan. Dengan demikian, program ini bukan sekadar langkah populis, melainkan juga langkah rasional untuk mewujudkan Indonesia yang lebih produktif.

“Ini adalah program peningkatan produktivitas. Para ahli saya menyatakan bahwa dalam jangka panjang, kita akan menghemat miliaran dolar AS,” ujar Prabowo kala menyinggung CKG dalam pidatonya di World Economic Forum, 22 Januari 2026.

Prabowo Lakukan Gerak Nyata, CKG Siap Tingkatkan Harapan Hidup Masyarakat

Baca Juga: BRI Hadirkan Qlola Mobile untuk Pantau Keuangan dan Payroll Perusahaan

Kini, inisiatif Prabowo tersebut menjadi program kesehatan dengan jangkauan terbesar sepanjang sejarah Indonesia. Hingga 4 Oktober 2026, program ini telah dimanfaatkan oleh sekitar 105 juta orang.

Namun, target CKG bukan sekadar jumlah peserta. Pemerintah juga menganalisis potensi risiko kesehatan peserta agar dapat merumuskan kebijakan strategis untuk mencegah dan menanganinya.

Sebagai contoh, sepanjang pelaksanaan CKG, Kementerian Kesehatan menemukan tiga masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan pada peserta, yakni dislipidemia atau gangguan kadar lemak dalam darah, hipertensi, dan diabetes.

Berdasarkan data tersebut, pemerintah melakukan tata laksana terhadap ketiga masalah kesehatan tersebut agar masyarakat terhindar dari penyakit kronis, seperti stroke dan penyakit kardiovaskular lainnya. Tata laksana ini mencakup pemberian pengobatan serta perawatan gratis untuk membantu masyarakat menerapkan pola hidup yang lebih sehat.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan bahwa upaya skrining dan tata laksana tersebut telah membantu masyarakat mengendalikan faktor risiko kesehatan sejak dini, sekaligus mendorong perubahan pola hidup menjadi lebih sehat.

Ia mengatakan hal tersebut didasarkan pada rekam medis peserta CKG tahun lalu, khususnya data hipertensi dan gula darah, yang menjadi dua faktor risiko utama stroke dan penyakit kardiovaskular. Data tersebut dihitung hingga 30 September 2026.

Load More