Scroll untuk membaca artikel
Eleonora PEW
Senin, 21 Maret 2022 | 19:55 WIB
Bocah 3 tahun asal Ponjong, Gunungkidul sudah kebiasaan merokok buat orang tuanya khawatir - (Kontributor SuaraJogja.id/Julianto)

"Mungkin rasanya beda. Kalau filter kan ada rasa manis-manisnya," terang dia.

Sang ibu menuturkan, bocah ini biasanya meminta kepada ibunya untuk menyalakan rokok tersebut. Ia pun tidak menyedot asapnya dalam-dalam seperti para perokok pada umumnya.

Bocah ini hanya menyedot rokok dan menyimpan asapnya di mulut sebentar, baru mengeluarkannya kembali. Jika sudah puas, maka bocah ini menghentikan aktivitas merokoknya dan tidak pernah sampai habis satu batang.

"Itu pasti menyisakan sedikit di atas strip filternya," ujar dia.

Baca Juga: Penderita Covid-19 Berkurang 227 Orang, Dinkes Gunungkidul Sebut Kasus Cenderung Menurun

Berbagai upaya telah dilakukan oleh kedua orang tuanya untuk menghentikan aktivitas merokok bocah ini. Sang ibu pernah mengolesi filter rokok dengan sambal atau cabai, dengan harapan agar bocah ini ini tidak menghisap kembali. Namun ternyata, cara ini tidak ampuh.

Bahkan karena sudah putus asa, ia dan suami juga membawa anak terakhir mereka itu ke orang pintar. Berdasarkan penuturan orang pintar tersebut, ada yang merasuki bocah ini, terutama ketika tengah marah meminta rokok.

"Saya tidak membawanya ke sana (orang pintar) lagi. Wong ndak punya biaya," katanya.

Orang pintar tersebut mengatakan, anak itu dirasuki kakeknya yang sudah meninggal. Ibu bocah ini percaya dengan penuturan tersebut.

Besar keinginannya agar sang anak segera sembuh dari ketergantungan terhadap rokok tersebut. Namun, dirinya mengaku belum membawa anaknya ke puskesmas karena tidak ada keluhan dari sisi kesehatan. Selain sangat aktif, anaknya juga jarang sakit.

Baca Juga: Mayat Berjenis Kelamin Laki-Laki Ditemukan di Tepi Sungai Oya, Diduga Korban Pembunuhan

"Tetapi saya sekarang khawatir karena setiap tidur sepertinya napasnya agak susah. Itu mungkin efek dari rokok," papar dia.

Load More