SuaraJogja.id - Video yang memperlihatkan sekumpulan orang yang baca Al-Quran di Jalan Malioboro, Yogyakarta viral di media sosial (medsos). Dalam video tersebut, nampak sejumlah perempuan duduk di kursi-kursi yang ada di pinggir Jalan Malioboro sembari membaca Al-Quran. Sedangkan kelompok lain membaca sholawat sembari berdiri mengenakan kaus hijau di tepi jalan.
Mengetahui hal ini, Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) DIY menyampaikan pendapatnya. Ketua Dewan Pimpinan MUI DIY, Machasin di Kantor MUI DIY, Rabu (30/03/2022) mengungkapkan, kejadian tersebut tidak perlu dibesar-besarkan. Sebab membaca Al-Quran bisa dilakukan dimana saja.
"Saya kira tidak papa. Saya dengar itu istilahnya itu kan baca Al-Quran, nyadran di Malioboro. Sebetulnya membaca Al-Quran itu di mana-mana baik saja," ungkapnya.
Namun Machasin mengingatkan, jangan sampai kegiatan mengaji tersebut sampai mengganggu orang yang lewat di ruang publik seperti Malioboro. Kegiatan tersebut bisa dilakukan saat kawasan Malioboro sepi dari lalu lalang orang.
Kegiatan ibadah tersebut juga jangan sampai menutup jalan. Hal itu bisa mengganggu ketertiban di ruang publik.
"Kalau waktunya jalan sudah sepi baca quran di situ kita tidak merasa itu sesuatu yang perlu dilarang. Tapi kalau orang lain tidak boleh lewat dan ditutup jalannya hanya untuk itu mungkin itu yang menjadi masalah," tandasnya.
Maschasin menambahkan, syiar agama dengan membaca Al-Quran sebenarnya boleh dilakukan dimanapun asal tidak mengganggu orang lain.
"Yang tidak boleh membacanya di tempat kotor seperti WC," ujarnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Haraku Ramen Buka Gerai Pertama di Jogja, Cita Rasanya Dipuji Bupati Sleman: Cocok di Lidah!
-
Seni Jathilan 'Gemparkan' Pasar Ngijon, Ketika Budaya Gerakkan Roda Ekonomi
-
Harda Tak Soal Isu Kenaikan Gaji Kepala Daerah, Jamin Tak Ada PHK PPPK
-
Pedagang Bendera Musiman di Jogja Gigit Jari, Instansi Pilih Stok Lama
-
Ramai-ramai Pasang Pagar Tinggi, Pakuwon Mall Jogja Tepis Isu demi Keamanan