SuaraJogja.id - Universitas Gadjah Mada atau UGM Yogyakarta mendadak menimbulkan kehebohan di jagad maya gara-gara tersebarnya jadwal pembicara dan tema tarawih di masjid kampus UGM.
Jadwal tarawih masjid kampus UGM itu viral lewat unggahan akun Twitter @_naramustika pada Rabu (30/3/2022). Ia membagikan 2 tangkapan layar yang berisi nama pembicara dan tema tarawih di masjid kampus UGM selama Ramadhan 2022.
Tak main-main, daftar pembicara yang dihadirkan masjid kampus UGM pada tarawih nanti terdiri dari nama para otkoh bangsa yang kiprahnya tak perlu dipertanyakan.
Selain Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Rektor UGM Panut Mulyono, ada juga Menkopolhukam Mahfud MD, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Mendikbudristek Nadiem Makarim, hingga eks Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas.
Bukan hanya daftar pembicaranya, tema tarawih untuk setiap pembicara pun cukup membuat heran publik, antara lain "Titik Temu Nasionalis-Islam dan Nasionalis-Sekuler dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara", hingga "Penguatan Muslimpreneurship Berbasis Nilai Integritas dan Keimanan".
"Taraweeh in Maskam UGM and you will get both tausiyah and kuliah 4 sks," gurau pengunggah jadwal tersebut di Twitter.
Hingga Kamis (31/3/2022), kicauan itu telah mendapat lebih dari 28 ribu likes dan 6.000 retweets. Banyak yang takjub dan memberikan komentar kocak.
"Selesai bulan Ramadhan dapat gelar sarjana," gurau seorang warganet.
"Pas Hari Terakhir tarawih sekalian wisuda," tambah yang lain.
Baca Juga: Dari Nadiem Makarim hingga Anies Baswedan, Tarawih di Masjid Kampus UGM Datangkan Tokoh Bangsa
"Finally. Sarjana Tarawih," ungkap netizen lainnya.
BACA CUITANNYA DI SINI.
Diberitakan SuaraJogja.id sebelumnya, Ketua Takmir Masjid Kampus UGM Rizal Mustansyir membenarkan jadwal tarawih tersebut. Ia menyebut bahwa rencana itu sudah dikomunikasikan secara lebih lanjut dengan pihak rektorat UGM hingga akhirnya mendapat lampu hijau.
"Kemudian kita punya inisiatif bagaimana kalau kita menghadirkan tokoh-tokoh bangsa. Karena tokoh-tokoh bangsa ini kan mereka tentu punya solusi tentang berbagai macam problem yang ada di dalam kehidupan aktual kita sekarang ini," kata Rizal saat dihubungi awak media, Kamis (31/3/2022).
Memang sebenarnya, kata Rizal, selama pandemi kajian-kajian online atau daring dengan tema-tema aktual juga terus diselenggarakan oleh Maskam UGM. Namun dalam Ramadhan kali ini, kajian akan dibuat secara luring.
BACA JADWALNYA DI SINI.
Berita Terkait
-
Dari Nadiem Makarim hingga Anies Baswedan, Tarawih di Masjid Kampus UGM Datangkan Tokoh Bangsa
-
Panduan Sholat Tarawih dan Jumat Berjamaah dari MUI di Masa Pandemi COVID-19 2022
-
Jakarta Izinkan Tarawih di Masjid, Tapi Dianjurkan Buka Puasa di Rumah
-
Anies Izinkan Salat Tarawih Di Masjid, Asal...
-
Sebut Pandemi Covid-19 Sudah Terkendali, Anies: Sekarang Salat Tarawih Bisa di Masjid
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Enam Warga DIY Pernah Positif Hantavirus pada 2025, Masyarakat Diminta Tak Panik
-
Lapor Polisi Sejak 2025, Kasus Dugaan Penipuan BPR Danagung di Polda DIY Jalan di Tempat
-
Gandeng YKAKI, Tilem ing Tentrem Berikan Ruang Jeda Penuh Makna bagi Mereka yang Merawat
-
Full House di Jogja, Film 'Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan' Sukses Sentuh Hati Penonton
-
Pembangunan PSEL DIY Mundur ke 2028, Nasib Pengelolaan Sampah Kabupaten dan Kota Masih Abu-abu