Scroll untuk membaca artikel
Galih Priatmojo
Minggu, 03 April 2022 | 09:06 WIB
Ilustrasi hujan dan angin kencang. [Istimewa]

Bahkan, bisa menyebabkan terjadinya hujan es, misalnya di kawasan seperti Kapanewon Turi, Kapanewon Pakem yang terlewati pergerakan awan dan angin tersebut. Durasi hujan dari awan ini biasanya tidak berlangsung lama.

"Paling lama dua jam, tetapi umumnya 15 menit. Meskipun sebentar, tetapi hujan di musim pancaroba ini bisa berdampak sejumlah kejadian karena bisa diikuti angin kencang," terangnya.

Ia menyebut, biasanya situasi itu menyebabkan sejumlah dampak seperti pohon tumbang, baliho roboh.

"Kalau hujan deras waspadai juga banjir maupun longsor. Intinya, musim pancaroba ini masih perlu waspada," ujarnya.

Baca Juga: Sleman Babak Belur 3 Bulan Cuaca Ekstrem, Pemkab Normalisasi Sungai hingga Usul Modifikasi Sambungan Listrik

Musim peralihan atau pancaroba ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga dasarian III bulan April atau setelah 20 April. Pada tanggal itu, diperkirakan Kabupaten Sleman mulai memasuki musim kemarau.

Sebelumnya, Jumat  (1/4/2022), Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sleman Makwan menuturkan, cuaca ekstrem yang terjadi di Kabupaten Sleman setidaknya tiga bulan belakangan, --Januari hingga Maret 2022--, menyebabkan kerusakan tidak sedikit.

Tambahan terakhir, Makwan menyebut ada dua masjid yang bagian bangunannya rusak akibat diterpa angin kencang dan hujan deras. Selain itu, ada empat titik longsor, dan sejumlah sekolah mengalami kerusakan.

"Total sekolah terdampak kerusakan ada 24 unit. Terdiri dari TK, PAUD milik swasta, dua SMP milik pemerintah," urainya. 

Ia mencatat, ada sekitar 450 batang pohon tumbang selama tiga bulan cuaca ekstrem terjadi di Bumi Sembada. Angin kencang setidaknya telah menyebabkan kerugian sekitar Rp1,1 miliar.

Baca Juga: Lolos dari Degradasi, Pelatih PSS Sleman Sedih Persipura Turun ke Liga 2

Sementara itu banjir terpantau ada 14 kali kejadian dan menyebabkan kerugian sekitar Rp120 juta. Ditambah banjir lahar sebanyak tiga kali kejadian, memunculkan kerugian sekitar Rp12 juta. 

Load More