Maskot AC Milan, Milanello. [Instagram/@emilioalemani788]
Semua yang dikerjakan dari hati pasti sampai pesannya dan teman-teman Rumah Angklung sudah melakukan itu. "Sampai ketemu di San Siro nanti! FORZA MILAN!," kata Oki Rengga.
Rumah Angklung berdiri sejak 2011, berawal dari komunitas anak muda yang peduli terhadap pelestarian dan pengembangan budaya Indonesia terutama angklung.
Rumah Angklung dibentuk oleh Arif Sarifudin dan Arny Dulishaputri untuk menjadikan alat musik Angklung sebagai kebanggaan rakyat Indonesia.
Berbagai kegiatan dan prestasi telah dicapai Rumah Angklung, antara lain meraih Grandprix pada "Worldcup of Folklore 2019" di Jesolo
(Italia) serta mengajak 1.500 tenaga kesehatan dan pasien COVID-19 untuk bermain angklung di RSDC Wisma Atlet pada 2021. [ANTARA]
Berita Terkait
-
Merapi Tak Pernah Ingkar Janji, Mencuri Adalah Perbuatan Tercela
-
Ihwal Persaingan Scudetto, Pioli: AC Milan, Inter dan Napoli Tak Ada yang Favorit
-
Ditepikan Manchester United, Jesse Lingard Diincar Tiga Raksasa Italia
-
Ditahan Imbang Torino, AC Milan Lupa Cara Cetak Gol
-
Torino Vs Milan: Bak Lupa Cara Bikin Gol, Rossoneri Yang Tumpul Diimbangi Il Toro 0-0
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Perajin Menjerit! Batik Indonesia Dibajak Vietnam, Merek Lebih Dulu Didaftarkan di Luar Negeri
-
Pameran PASSAGE: Jembatan Seniman Yogyakarta Menuju Panggung Prancis
-
Ketika SD Negeri di Jogja Kekurangan Murid, Guru Patungan demi Tetap Bisa Bermimpi
-
Haedar Nashir: Tak Ada Kompromi bagi Pelaku Pelecehan Seksual di Kampus Muhammadiyah
-
Skandal Korupsi Beruntun, Muhammadiyah Desak Presiden Pimpin Perang Total, Tak Sekedar Ceramah