SuaraJogja.id - Komisaris Utama Bank Syariah Indonesia, Adiwarman Azwar Karim mengisi ceramah salat tarawih di Masjid Kampus UGM, Rabu (13/4/2022) malam.
Dalam ceramahnya, Adiwarman menyampaikan berbagai pesan yang berkaitan dengan ekonomi di dalam Islam. Dengan tema besar ceramahnya adalah 'Peluang dan Tantangan Kebangkitan Ekonomi Umat'
Meskipun jemaah terlihat tidak sepenuh saat sejumlah tokoh nasional lain yang mengisi ceramah tarawih di Maskam UGM sebelumnya. Namun Adiwarman tetap menyampaikan ceramahnya dengan penuh semangat.
Bahkan ceramah malam itu juga dibuat interaktif dengan berbagai kuis yang dilemparkan kepada para jemaah. Tak jarang gaya ceramahnya yang santai mengundang gelak tawa dari jemaah saat itu.
"Ekonomi Islam baru bisa bangkit kembali lagi di Indonesia kalau kita paham tentang hakekat rezeki. Dalam Islam, rezeki itu udah ketakar tidak akan ketuker. Sehingga seharusnya mencari keberkahan dari rezeki itu," kata Adiwarman di Maskam UGM.
Lebih jauh ada empat makna berkah dalam Islam. Pertama adalah bahagia untuk orang yang melakukannya, kedua bahagia bagi orang-orang sekitar, ketiga memberi manfaat bagi orang yang melakukannya, dan keempat memberi manfaat bagi manusia atau orang lain.
"Jadi yang harus kita lakukan adalah bagaimana kita menyebarkan kebahagiaan, kemanfaatan kepada orang-orang sekitar kita," terangnya.
Ia menegaskan bahwa puasa bukan hanya perkara menahan nafsu untuk makan, minum atau bahkan berhubungan suami istri saja. Lebih dari itu puasa adalah bagaimana membahagiakan orang lain.
Dengan tentu saja, menyebarkan kebahagiaan kepada orang lain dengan tidak lupa memberikan manfaat juga pada orang lain.
"Hidup itu kayak cermin, kalau kita berbuat baik maka kebaikan akan kembali ke kita. Begitu juga kalau berbuat jahat maka yang jahat akan kembali ke kita," ungkapnya.
Sehingga, ia mengajak jemaah untuk senantiasa berbuat baik kepada setiap orang. Tidak perlu memikirkan apa yang akan dilakukan atau balasan dari orang lain.
Sebab bukan balasan kebaikan dari orang lain yang ditolong itu yang harus diharapkan. Melainkan lebih dalam adalah ridho dari Allah itu sendiri terhadap manusia atas perbuatan yang telah dilakukan.
"Maximizing profit iya tapi maximizing profit bukan satu-satunya tujuan kita. Tetapi bagaimana menyebarkan rezeki itu untuk orang lain," tuturnya.
Ditambahkan Adiwarman, sudah seharusnya masyarakat selalu bersyukur di dalam setiap kesempatan. Terlebih dengan dua tahun terakhir yang dilanda pandemi Covid-19 dan bisa bertahan hingga saat ini dengan segala kelonggaran dan keterbatasan yang ada.
"Mengeluh tidak akan menyelesaikan masalah. Jadi setiap kali ada kesulitan harus selalu melihat celah peluangnya," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- 5 Sepatu Jalan Lokal Tanpa Tali yang Nyaman dan Anti Jebol Menurut Review
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Tuan Rumah JCWF & Munas DPP PUTRI 2026, Loman Park Hotel Dorong Sinergi Wellness-Pariwisata
-
Perempuan Tak Punya Pilihan Berhenti Haid, Pajak Pembalut 11 Persen Dinilai Nodai Keadilan Gender
-
Kota Jogja Vs Gunungkidul: Jarak Kualitas Hidup Ini Ternyata Masih Jauh!
-
Dinkes Sleman Catat 112 Kasus Leptospirosis hingga Oktober 2026, Dua Meninggal Dunia
-
BRI Hadirkan Keistimewaan Pendidikan Anak bagi Nasabah Private dan Prioritas