SuaraJogja.id - Beberapa waktu lalu beredar sebuah potongan video Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dibisiki soal calon tersangka kasus mafia minyak goreng akan segera dirilis. Yang jadi sorotan, sosok pembisik tersebut yakni Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag yang terkini telah jadi tersangka.
Diketahui sebelumnya Kejaksaan Agung baru saja menetapkan Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Indrasari Wisnu Wardhana sebagai tersangka atas kasus dugaan kasus ekspor minyak goreng.
Beberapa waktu usai ditetapkan sebagai tersangka, beredar potongan video saat Menteri Perdagangan mendapat bisikan dari yang bersangkutan soal calon tersangka atas kasus mafia minyak goreng yang akan segera dirilis.
Pernyataan Menteri Perdagangan tersebut diungkap saat ia melakoni rapat kerja komisi VI DPR RI dengan Menteri Perdagangan RI.
Baca Juga: Tegas! Jaksa Agung Siap Tindak Mendag Jika Terlibat Kasus Minyak Goreng
"Di rapat 17 Maret lalu Pak Dirjen Perdagangan Luar Negeri membisiki Pak Mendag bahwa ada tersangka mafia minyak goreng yang bakal diumumkan beberapa hari kemudian. Pengumuman yang ditunggu tak kunjung datang. Hari ini malah pak Dirjennya yang jadi tersangka," tulis akun tersebut.
Sementara itu ditelusuri dari channel resmi Komisi VI DPR RI, momen saat Menteri Perdagangan dibisiki Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag terungkap di menit ke 5.47.
Saat itu, Menteri Perdagangan tengah menjelaskan mengenai sosok pemilik perusahaan yang terlibat dalam mafia minyak goreng. Tak berapa lama Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag datang dari belakang kursi kemudian mendekat ke arah Muhammad Lutfi memberi tahu terkait sosok tersangka kasus mafia minyak goreng.
"Jadi pak ketua saya baru dikasih tau oleh pak Dirjen Perdagangan Luar Negeri hari senin sudah ada tsknya," ucapnya.
Sementara itu, sebelum ditetapkan sebagai tersangka atas kasus ekspor minyak goreng, sosok Indrasari Wisnu Wardhana pernah dipanggil menghadap KPK sebagai saksi atas dua kasus suap.
Indrasari dipanggil sebagai saksi kasus suap pengurusan izin impor bawang putih pada 24 September 2019 silam. Ia menghadap KPK bersama tiga pejabat lainnya, setelah penyidik KPK melakukan operasi tangkap tangan kepada beberapa pejabat yang terduga terlibat kasus tersebut.
Selain kasus suap bawang putih, Indrasari dipanggil sebagai saksi untuk kedua kalinya dalam kasus kuota impor ikan di Perum Perindo pada 2019, yang menjerat Dirut Risyanto Suanda.
Berita Terkait
-
Tragis! "Ratu Fitness" Meninggal Mendadak, Minuman Energi Jadi Tersangka?
-
2 Oknum TNI AD Jadi Tersangka Penembakan 3 Polisi di Way Kanan, DPR: Hukum Seberatnya dan Dipecat!
-
KPK Ungkap Lokasi yang Digeledah dalam Kasus OKU, Ada Rumah Dinas Bupati Hingga Kantor DPRD
-
NIkita Mirzani Ditahan 40 Hari ke Depan, Hotman Paris: Atas Dasar Apa?
-
Tom Lembong Sangkal Langgar UU Perlindungan Petani
Tag
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Menghitung Ranking FIFA Timnas Indonesia Jika Menang, Imbang, atau Kalah Melawan China
Pilihan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
-
Nilai Tukar Rupiah Terjun Bebas! Trump Beri 'Pukulan' Tarif 32 Persen ke Indonesia
-
Harga Emas Antam Lompat Tinggi di Libur Lebaran Jadi Rp1.836.000/Gram
Terkini
-
Gembira Loka Zoo Hadirkan Zona Cakar, Pengalaman Baru untuk Pengunjung Berjalan Bersama Satwa Buas
-
Mudik ke Jogja? BPBD Ingatkan Potensi Bencana Alam: Pantai Selatan Paling Rawan
-
Libur Lebaran di Gembira Loka, Target 10 Ribu Pengunjung Sehari, Ini Tips Amannya
-
Arus Lalin di Simpang Stadion Kridosono Tak Macet, APILL Portable Belum Difungsikan Optimal
-
Kunjungan Wisatawan saat Libur Lebaran di Gunungkidul Menurun, Dispar Ungkap Sebabnya