SuaraJogja.id - Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Yogyakarta menerima dua konsultasi dari para pekerja di sebuah perusahaan yang belum memastikan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR). Satu dari dua konsultasi yang terima sudah selesai dan perusahaan telah membuat kesepakatan dengan pekerja.
Rihari Wulandari, Kepala Bidang Kesejahteraan dan Hubungan Industrial Dinsosnakertrans Kota Yogyakarta menyebutkan selama tanggal 2-25 April ini pihaknya menerima konsultasi dari pekerja dan perusahaan terkait THR.
"Jadi kalau dari aplikasi Kemenaker itu ada satu laporan. Dan dari yang masuk ke kami ada satu, jadi totalnya dua yang kami tangani sejauh posko aduan THR dibuka," kata Wulan melalui sambungan telepon, Rabu (20/4/2022).
Ia melanjutkan, satu kasus yang terjadi merupakan kesalahpahaman kontrak antara karyawan dan perusahaan. Dinsosnakertrans sudah meluruskan dan pihak perusahaan sudah membuat surat kesanggupan membayar THR.
"Lalu yang satu perusahaan ini antara perusahaan dan karyawan belum ada komunikasi. THR-nya dapat, tapi kepastian waktunya kapan (membayar) itu tidak jelas. Ini masih kami tindaklanjuti," kata Wulan.
Lebih lanjut, pihaknya juga sudah melakukan door to door ke tiap perusahaan yang ada di Jogja terkait kedisiplinan membayar THR. Total ada 160 perusahaan yang dipantau Pemkot, terdapat 50 perusahaan yang sudah didatangi tim pemantauan.
"Sore ini ada 50 perusahaan, lalu sisanya yang 60 kita lakukan besok," kata dia.
Dari 50 perusahaan rata-rata sudah membayarkan di H-10 lebaran. Namun ada yang berjanji H-7 lebaran segera dibayar.
"Tanggal 20, 21 April itu malah sudah dibayar karena mereka juga ada buktinya. Sekarang pekerja sudah agak tenang ya, bisa membelanjakan. Kemarin malah ada salah satu hotel yang kita kunjungi bahwa 14 April sudah dibagikan THR-nya," kata dia.
Baca Juga: Bayar THR ASN dan Gaji ke-13 Non ASN, Pemkot Surakarta Siapkan Anggaran Rp39,6 Miliar
Sejauh pemantauan Pemkot, beberapa perusahaan menabung untuk pembayaran THR ke pekerja. Sehingga hal itu tidak begitu memberatkan.
Berbeda ketika dua tahun terakhir di mana banyak perusahaan dihantam pandemi Covid-19 dan membayar THR secara mencicil. Menurut dia, perusahaan tidak ingin terjun ke situasi yang sama sehingga perlu antisipasi serta alokasi dana cadangan.
"Beberapa perusahaan seperti itu. Menabung dana nanti ketika mendekati hari raya dibayarkan. Karena mereka juga bisa terkena sanksi ketika tidak bisa membayar atau terlambat," katanya.
Dinsosnakertrans terus membuka layanan konsultasi terkait pembayaran THR hingga 25 April. Untuk aduan dan kewenangan mediasi dilakukan oleh Provinsi dan Pemkot hanya mendampingi.
"Untuk aduan kewenangan ada di provinsi. Jadi setelah tanggal 25 April, aduan-aduan masuk ke provinsi kita hanya mendampingi," kata dia.
Berita Terkait
-
Bayar THR ASN dan Gaji ke-13 Non ASN, Pemkot Surakarta Siapkan Anggaran Rp39,6 Miliar
-
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi ke Buruh: Kalian Berdoa, Semoga THR Segera Cair
-
Tak Main-main! Pemkot Solo Siapkan Anggaran Rp39,6 Miliar untuk THR ASN
-
Catat! Ini Lho Tips Mengelola Uang THR Agar Tak Cepat Ludes
-
Ketua DPR RI Ingatkan Pemerintah Salurkan THR Lebaran ASN Tepat Waktu
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
Terkini
-
Jadwal Lengkap Agenda Wisata Jogja Februari 2026: Dari Tradisi hingga Romansa!
-
BRI Dorong Lingkungan Bersih lewat Program CSR Bersih-Bersih Pantai di Bali
-
Babak Baru Rampasan Geger Sepehi 1812: Trah Sultan HB II Tegas Ambil Langkah Hukum Internasional
-
Misteri Terkuak! Kerangka Manusia di Rumah Kosong Gamping Sleman Ternyata Mantan Suami Pemilik Rumah
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan