SuaraJogja.id - Sedikitnya empat orang remaja terdiri dari dua laki-laki serta dua perempuan diamankan polisi. Pasalnya, mereka kedapatan sedang membuat petasan yang akan dijual saat malam takbiran.
"Mereka sengaja membuat petasan yang hendak dijual tapi belum tahu akan diledakkan di mana," kata Wakapolsek Bantul Kompol Sancoko Pundung Seksono dalam konferensi pers di Mapolsek Pajangan, Kamis (28/4/2022).
Kata dia, pada Selasa (26/4/2022) sekitar pukul 16.00 WIB, petugas Polsek Pajangan menerima pengaduan dari warga Padukuhan Gandekan, Kalurahan Guwosari, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul tentang adanya pembuatan petasan di sebuah rumah di wilayah itu.
"Selanjutnya kami tindaklanjuti laporan tersebut dan benar kami menemukan empat orang itu yang sedang membuat petasan," terangnya.
Barang bukti yang berhasil diamankan seperti bubuk mercon seberat setengah ons, 17 selongsong mercon diameter dua sentimeter, dua selongsong mercon diameter empat sentimeter dengan panjang 25 sentimeter.
Kepada polisi, mereka mengaku telah membuat mercon dan membeli bubuk mesiu dari seseorang. Diketahui mesiu itu dibeli dari seseorang yaitu AAP.
"AAP ini berdomisili di Geblak RT 5, Bantul, Bantul," ujar dia.
Setelah itu petugas Polsek Pajangan mendatangi alamat yang dimaksud. Di rumah itu ditemukan sebuah selongsong mercon diameter 12,5 sentimeter, sebuah selongsong mercon diameter lima sentimeter, 52 buah selongsong mercon diameter tiga sentimeter, sebuah timbangan digital SF-400 warna putih.
"Ada pula sebuah sendok takar, 4,1 gram bubuk mesiu, 3,5 gram bubuk arang hitam, 25,1 gram bubuk belerang kuning, empat lembar sumbu mercon, 19 lembar plastik ukuran seperempat kilogram, dan sebuah toples plastik tutup merah," ujarnya.
Baca Juga: Berkat TikTok, Polsek Pajangan Gerebek Rumah Kosong Jadi Penyimpanan Petasan
Menurut keterangan AAP, ia memang menjual bubuk mesiu dan hasil racikannya sendiri. Bahan racikan berupa bubuk kelengkeng, bubuk belerang kuning, dan bubuk arang hitam didapatkan dari toko online.
"Racikan tersebut perbandingannya lima bagian bubuk kelengkeng dicampur dengan satu bubuk belerang kuning dan bubuk arang hitam," katanya.
Untuk setiap satu kilogram bubuk kelengkeng bisa menghasilkan 14 plastik bubuk mesiu. Setiap plastik berisi satu ons bubuk mesiu.
"Dengan modal sekitar Rp80.000 remaja ini bisa mendapatkan uang sekitar Rp190 ribu. Ia sudah membuat racikan itu sejak pertengahan bulan puasa ini," tambahnya.
AAP sendiri belum ditetapkan sebagai tersangka. Ia terancam Pasal 36 Perda Kabupaten Bantul No.4/2018 tentang Penyelenggaraan Ketentraman dan Ketertiban Umum dengan ancaman sebulan penjara dan denda Rp10 juta.
Berita Terkait
-
Berkat TikTok, Polsek Pajangan Gerebek Rumah Kosong Jadi Penyimpanan Petasan
-
Ancam Tindak Warga yang Main Petasan saat Malam Takbiran, Satpol PP DKI: Membahayakan Keamanan!
-
Dianggap Mengganggu, Wagub DKI Larang Warga Nyalakan Petasan saat Malam Takbiran
-
Sekdaprov Kepri Larang Masyarakat Bermain Petasan Saat Perayaan Idul Fitri: Euforia Boleh tapi Jangan Berlebihan
-
Kasus Ledakan Petasan Melukai Bocah di Kediri, Lima Orang Diringkus
Terpopuler
- Nasi di Rice Cooker Cepat Bau dan Kuning? Begini 10 Cara Mengatasinya
- Krim Malam yang Bagus Apa? Ini 4 Rekomendasi Sesuai Klaim dan Harga
- Segel Ruang Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Hilang, Jaksa KPK Cium Ada Pihak Terlibat
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
Permintaan Les UTUL UGM di Jogja Nyaris Setara UTBK, Edufio Jalankan Keduanya
-
Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Ash-Sholihah, Kanwil Kemenag DIY Layangkan Surat Peringatan
-
Ponpes Ash-Sholihah Buka Suara Terkait Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Pengurusnya
-
Soroti Isu Ketahanan Pangan, Ratusan Mahasiswa Lintas Kampus Ikuti Forum Rembuk Pangan di Jogja
-
Perkuat Layanan Diaspora, BRImo Taiwan Raih Anugerah Inovasi Indonesia 2026