SuaraJogja.id - Ade Putra Cahya Utama (28) yang merupakan anak dari pesinden kondang Anik Sunyahni menjadi korban penganiayaan di rumahnya Keniten, Tamanmartani, Kalasan, Sleman, pada Selasa (26/4/2022) kemarin. Penganiayaan itu diduga dilakukan oleh sekelompok penagih utang.
Anik menuturkan, kronologi kejadian itu berawal sekitar pukul 15.30 WIB saat puluhan orang tiba-tiba datang ke rumahnya. Sekelompok orang itu sendiri juga tidak dikenal sebelumnya olehnya.
"Saya tidak tahu sama sekali urusannya tapi salah satu yang sering datang ke sini itu mencari seseorang yang itu terlibat pinjol," kata Anik ditemui awak media di rumahnya, Kalasan, Sleman, Jumat (29/4/2022).
Dijelaskan Anik, seorang yang diterlibat pinjol itu diketahui adalah anak kost. Namun memang anak kos yang dimaksud tersebut sudah lama tidak tinggal di rumah itu lagi.
"Memang orang yang pinjam itu (anak kos) pernah di sini, kontrak, di sini tapi sudah pergi," ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Anik menerangkan bahwa sudah menjelaskan kepada para penagih utang itu. Namun justru segerombolan orang itu justru tidak terima dan malah marah.
Anaknya Putra yang mendengar ibunya dibentak-bentak oleh orang tak dikenal itu lalu keluar untuk melerai. Awalnya Putra dan para penagih utang itu tidak ada perkelahian justru berakhir damai.
"Tapi setengah jam berikutnya datang banyak sekali (orang tak dikenal) dan bawa sajam. Terus mau merusak rumah sini kalau saya tidak keluar. Saat itu saya kan sudah di belakang," tuturnya.
"Saya ke sini (depan) tapi malah anak saya dijotosi sampai parah dan lari ke sana itu masih dilempar asbak dan dikejar," imbuhnya.
Baca Juga: 8 Potret Rumah Eross Sheila on 7 di Yogyakarta, Ada Ruangan Khusus untuk Gitar
Ditambahkan, Ade Putra mengaku sempat tiba-tiba ia dipukul dari arah belakang oleh orang-orang tak dikenal itu. Bahkan segerombolan orang itu mengambil parang dari mobil yang mereka kendarai.
"Saya lari ke belakang terus setelah kami semua di belakang sama saksi-saksi juga, saya pindah ke depan. Saya lihat ketua (gerombolan) itu, lalu minta bicara baik-baik. Di sini ketemu saya dan ibu saya," ungkap Putra.
Saat mencoba menyelesaikan permasalahannya itu, Putra dipertemukan dengan satu dari penagih hutang yang tadi diketahui sempat beradu argumen di awal. Saat dipanggil penagih utang yang bersangkutan malah mengadu sempat diancam dipukul oleh Putra.
Putra yang tidak kaget dengan pernyataan itu meminta orang tersebut untuk berkata sejujurnya dan tidak mengada-ada. Putra bahkan menyarankan persoalan tersebut jika memang ada lebih baik diselesaikan secara jantan yaitu satu lawan satu.
"Langsung saya ditampar, dipukul. Saya lari juga dikejar parang, dilempar asbak. Lalu saya bisa masuk (ke ruang belakang) tapi adu tendang dulu. Jadi anak buahnya ada yang nendang pintu. Saya juga dorong akhirnya bisa tertutup. Nah pintu saya disitu dibacoki (dengan sajam)," paparnya.
Namun, kata Putra, dimungkinkan yang bersangkutan menyadari ada kamera cctv di area tersebut mereka lantas mundur ke belakang. Putra yang menyadari kalah jumlah tetap berada di dalam ruangan.
Berita Terkait
-
8 Potret Rumah Eross Sheila on 7 di Yogyakarta, Ada Ruangan Khusus untuk Gitar
-
Tes Urine di Terminal, Satu Awak Pengemudi Kedapatan Positif Amfetamin
-
34 Lokasi dan Jadwal Penukaran Uang di Jogja Lengkap, Dijamin Gratis
-
Gabung PSS Sleman, Muhammad Ridwan Targetkan Posisi Utama di Bawah Mistar Super Elja
-
Kereta Api Lodaya Tabrak Truk Dump Mogok yang Melintang di Perlintasan KA Kluwih Gamping, Begini Kronologinya
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
BRI Pastikan Bantuan Korban Gempa NTT Tepat Sasaran Lewat Posko BRI Peduli
-
Tuntut Pelunasan Hak Pekerja Trans Jogja, KSBSI Desak Dishub DIY dan PT AMI Buka Ruang Mediasi
-
JPU Ungkap Fakta Dugaan Anak Ditenggelamkan dalam Kasus Little Aresha
-
Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta Gelar GSM Bertema "Noesantara 45" Sambut HUT ke-81 RI
-
13 Terdakwa Little Aresha Akhirnya Disidang, Orang Tua Korban Desak 4 Pelaku Lain Diproses Hukum