SuaraJogja.id - Usai dirinya didepak dari kursi jabatan sebagai Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha kembali muncul setelah sekian lama tak terlihat. Yang biasanya wajahnya kerap terpampang di pemberitaan, kini Ratu Tisha seolah-oleh menjauh dari sorotan awak media.
Kemunculan Ratu Tisha dalam sebuah podcast membuat heboh publik, pasalnya dia memberikan pernyataan pedas terkait sepak bola Indonesia.
Dalam podcast yang membahas seputar timnas Indonesia tersebut, Ratu Tisha mengungkapkan jika selama ini sepak bola Indonesia hanya juara di kompetisi amatir.
Ratu Tisha mengungkapkan sekaligus mempertanyakan siapa bilang tim Indonesia muda selalu menang dan apakah pernah timnas U-19 juara AFC.
"Siapa bilang tim muda kita menangan, emang kita pernah juara AFC timnas U-19? Emang kita pernah juara AFC timnas U-16? Gak pernah," ucap Ratu Tisha tegas.
Ratu Tisha mengungkapkan jika kelompok umur Indonesia hanya pernah juara di kompetisi amatir AFF. "Kita hanya pernah juara turnamen-turnamen amatir. Kita hanya juara AFF," imbuh Ratu Tisha.
Bagi Ratu Tisha, bukan berarti prestasi tersebut tidak membanggakan, tetapi ia meminta agar Indonesia terus meningkatkan kemampuan timnas jika ingin tetap bisa bersaing. Menurut Ratu Tisha, Indonesia tidak perlu berpuas diri akan hasil tersebut.
"Kita harus terus tingkatkan levelnya. Bukan itu tidak, bukan itu tidak membanggakan, tapi kita harus naik lagi levelnya jika mau tetap bisa bersaing. Kita tidak boleh puas akan posisi kita," ujarnya.
Bagi Ratu Tisha, sepak bola Indonesia boleh untuk berani berbicara jika sudah lolos kualifikasi Piala Dunia, sebab hal itu akan menjadi ajang pembuktian yang sebenarnya.
Baca Juga: 5 Hits Bola: Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia U-23 di SEA Games 2021
"Taklukkan dulu level Asia, kemudian taklukkan dulu level Olimpiade, taklukkan dulu Piala Dunia U-18 dan U-20. Juara dulu Di Asian Games, kita lolos dulu Olimpiade, setelah lolos Olimpiade baru kita bisa bicara," kata Ratu Tisha.
Menyimak perkataan Ratu Tisha, Mamat Alkatiri selalu host dalam podcast tersebut melontarkan bahan candaan yang bernada serius.
Mamat meminta agar Ratu Tisha kembali mengurus PSSI, karena menurut Mamat PSSI harus diisi orang-orang yang memiliki visi misi seperti Ratu Tisha.
Usai video tersebut diposting di akun instagram @tim.nasional, postingan tersebut sontak dibanjiri komentar para pecinta sepak bola Indonesia.
"Kalo liganya uda profesional dan maju maka timnas bisa bicara lebih tinggi mbak tisa... Liga wasit masih amburadul mana mau bagus," tulis seorang pengguna Instagram.
"Dan lebih parahnya lagi kalo juara AFF kelompok umur perayaannya bukan main. Harga pemain bekas kelompok umur pun meningkat drastis. Padahal ya mau sejelek apapun liga 1, level liga 1 tetap jauh di atas kompetisi AFF entah U-19 ataupun U-23. Main bagus di AFF belum tentu main bagus di Liga," tambah warganet lainnya.
Berita Terkait
-
5 Hits Bola: Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia U-23 di SEA Games 2021
-
3 Pemain Persib Masuk Skuad Timnas Indonesia U-23 ke SEA Games 2021
-
Manajer Semangati Pemain Persib yang Dipanggil Timnas Indonesia U-23
-
9 Nama Pemain Ini Diprediksi Dicoret dari Timnas Indonesia U-23 untuk SEA Games, Market Value Termahal Tak Berlaku?
-
Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia U-23 di SEA Games 2021
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Bumi Sudah Melewati Batas Perjanjian Paris, Ancaman Krisis Iklim Tak Lagi Sekadar Ramalan
-
Belajar dari Gempa 2006, Jogja Memang Istimewa dalam Menangani Bencana
-
20 Tahun Gempa Jogja Mulai Terlupakan, Ancaman Megathrust Masih di Depan Mata
-
Berkas Kasus Daycare Little Aresha Rampung Pekan Depan, Rekonstruksi Tertutup Menyusul
-
Efisiensi Anggaran Paksa Seniman Bertahan Mandiri, Pemda DIY Prioritaskan Agenda Pusat