SuaraJogja.id - Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta menerapkan manajemen lalu lintas dengan sistem buka tutup jalan secara situasional di sejumlah titik di kota tersebut untuk menghadapi masa libur Lebaran sebagai salah satu upaya mengantisipasi kepadatan atau kemacetan lalu lintas.
"Buka tutup lalu lintas ini akan dilakukan di beberapa titik krusial dengan harapan arus lalu lintas yang berada di dalam Kota Yogyakarta terkendali," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta Agus Arif di Yogyakarta dikutip dari Antara, Selasa (3/5/2022).
Menurut dia, penerapan manajemen lalu lintas tersebut sangat penting dilakukan karena dimungkinkan terjadi peningkatan signifikan volume kendaraan yang masuk ke Yogyakarta usai Lebaran.
Petugas akan melakukan penutupan arus lalu lintas jika dirasa volume kendaraan di dalam Kota Yogyakarta sudah terlampau padat."Ketika arus kendaraan sudah mulai mengalir, maka sekat akan kembali dibuka," katanya.
Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta memperkirakan, kepadatan arus lalu lintas di dalam kota akan terjadi hingga akhir pekan, khususnya di seputar kawasan wisata dan pembelian oleh-oleh hingga jalan yang menjadi akses utama masuk ke Yogyakarta.
"Jika tidak dilakukan buka tutup lalu lintas, maka kapasitas jalan yang ada tidak akan mampu menampung arus kendaraan yang masuk," katanya.
Kota Yogyakarta memiliki luas yang terbatas yaitu 32,5 kilometer persegi dengan total panjang jalan yang dimiliki hanya 202 kilometer."Kapasitas dan ruang jalan sangat terbatas sehingga perlu dilakukan manajemen," katanya.
Beberapa titik yang akan menjadi fokus buka tutup lalu lintas di antaranya adalah simpang Jalan AM Sangaji, simpang Pingit, simpang Godean, simpang Jalan Imogiri Barat dan Imogiri Timur, simpang Wonosari, dan simpang Jalan Adi Sutjipto.
"Begitu pula dengan kawasan Malioboro. Buka tutup lalu lintas secara situasional pun akan diterapkan. Jika sudah terlalu padat, maka arus ke Malioboro akan ditutup sampai kepadatan terurai," katanya.
Atau wisatawan akan diarahkan memutar ke Stadion Kridosono terlebih dulu sebelum masuk ke kawasan Malioboro.
Manajemen buka tutup lalu lintas tersebut juga akan diimbangi dengan pengaturan durasi lampu lalu lintas di sejumlah simpang yang menjadi akses masuk utama ke Kota Yogyakarta.
Selain menerapkan manajemen lalu lintas, Agus pun menyarankan wisatawan untuk menggunakan angkutan umum menuju sejumlah destinasi wisata di Kota Yogyakarta.
"Dengan menggunakan kendaraan umum, baik TransJogja atau kendaraan berbasis aplikasi, maka dapat mengurangi beban lalu lintas di jalan," katanya.
Tag
Berita Terkait
-
Demi Anak-Istri, Lelaki Ini Cuci Muka Setiap 20 Km Sekali dan Tembus Kemacetan Tol Cikampek
-
Akhirnya Mudik ke Bantul Setelah Dua Tahun Absen, Sugiarti Rayakan Libur Lebaran ke Malioboro
-
Siagakan Lima Pos Antisipasi Kemacetan Libur Lebaran di Kota Batu
-
Hari Kedua Lebaran, Jalan Menuju Malioboro Dipadati Kendaraan Wisatawan
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
- 5 HP Android dengan Kualitas Setara iPhone 13 Pro dan iPhone 13 Pro Max
Pilihan
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
Terkini
-
BRI Perluas QRIS Cross Border BRImo ke China, Transaksi Makin Praktis
-
Rekonstruksi 23 Adegan Kasus Little Aresha, Ketua Yayasan Diduga Beri Instruksi ke Pengasuh
-
Polisi Rekonstruksi Kasus Little Aresha, Orang Tua Minta 13 Tersangka Dihukum Berat
-
Tekanan Ekonomi Meningkat, Pemkot Yogyakarta Didorong Luncurkan KUR Daerah Bunga Hingga Nol Persen
-
Duh! Gara-gara Nilai Rupiah Anjlok, Target Pembangunan Infrastruktur DIY Terancam Meleset