SuaraJogja.id - Meski libur lebaran sudah usai namun arus balik masih terjadi di Terminal Tipe A Dhaksinarga Wonosari, Gunungkidul. Sekitar 1000-an orang pada Senin (9/5/2022) ini bertolak dari terminal terbesar di Gunungkidul ini.
Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Dhaksinarga Sularjo mengatakan, jumlah penumpang yang hendak kembali ke kota perantauan tergolong cukup tinggi. Kemungkinan besar karena perubahan aturan ASN bisa Work From Home (WFH) dan perpanjangan libur sekolah.
"hari ini, Senin, (9/5/2022) setidaknya diberangkatkan sebanyam seribuan pemudik yang ingin balik ke kota," ujar dia, Senin.
Sularjo menyebut setidaknya ada 60 armada bus yang berangkat ke berbagai tujuan di Jabodetabek. Selain penuh, bus-bus yang diberangkatkan juga relatif tepat waktu. Berbeda dengan 2-3 hari sebelumnya yang masih sering terlambat.
Dia menyebut, meski masih tergolong ramai penumpang, tetapi dibanding hari sebelumnya, terjadi penurunan. Kemungkinan besar para pemudik sudah balik ke perantauan karena harus kembali bekerja.
"Agar tidak terjadi keterlambatan saya meminta agen agar kejelasan waktu keberangkatan diketahui oleh calon penumpang," terangnya.
Hal tersebut ia lakukan agar persitiwa sehari sebelumnya tidak terjadi. Pada Minggu (8/5/2022) kemarin terjadi penumpukan penumpang akibat bus terlambat masuk ke terminal.
"Sebetulnya miskomunikasi, tiket yang dibeli penumpang jam dini hari, tapi mereka tiba di sini sejak pagi," ungkap Sularjo.
Selama arus balik dan mudik pihaknya mengaku melakukan skema pelayanan yang berbeda. Diantaranya mengoptimalkan layanan oleh 36 petugas untuk memastikan perjalanan mudik dan balik aman.
Baca Juga: Libur Lebaran Selesai, Andi Harun ke ASN Pemkot Samarinda: Gas Penuh Lagi!
Di mana Bus-bus sebelum berangkat dicek terlebih dahulu, sementara petugas kebersihan yang sebelumnya bertugas malam dioptimalkan pada siang hari.
Larjo mengakui memang terjadi kenaikan harga tiket bus jarak jauh hingga 100 persen lebih. Di mana tiket eksekutif hingga supe eksekutif kini mulai Rp450 ribu hingga Rp500 ribu. Padahal di hari biasa hanya Rp200 ribu hingga Rp250 ribu saja.
Larjo menambahkan kenaikan tersebut mulai terjadi tanggal 7 Mei yang lalu dan hari juga hari Minggu kemarin serta hari Senin ini. Namun berdasarkan informasi yang ia terima, esok hari harga tiket kembali turun di harga normal.
Kontributor : Julianto
Berita Terkait
-
Libur Lebaran Selesai, Andi Harun ke ASN Pemkot Samarinda: Gas Penuh Lagi!
-
Jumlah Penumpang Naik dan Turun di Pelabuhan Makassar Selama Arus Balik Meningkat Sampai 500 Persen
-
H+6 Lebaran, Volume Kendaraan ke Jakarta dari Bekasi Menurun, Arus Lalu Lintas Per Hari Ini Normal
-
Target 200 Ribu Wisatawan selama Libur Lebaran Tercapai, Dispar Bantul Sebut Hanya Butuh Waktu 8 Hari
-
Kecelakaan Lalu Lintas Selama Arus Balik Lebaran di Sumbar, 13 Orang Tewas
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Dominasi Lapangan, SMK Nusantara dan MAN 1 Kabupaten Sukabumi Jadi Juara AXIS Nation Cup 2026
-
Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat
-
Coach Justin Nilai AXIS Nation Cup Buka Jalan Talenta Muda ke Level Profesional
-
Gratis! Grand Final AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan 16 Tim dan Deretan Artis
-
Pasca Ramai Seruan Boikot, RANS Carnival di Maguwoharjo Ditinggal Musisi dan UMKM