SuaraJogja.id - Sebanyak 26 orang harus dilarikan ke rumah sakit PKU Muhammadiyah Gamping setelah terlibat dalam kecelakan bus di ring road barat wilayah Kaliabu, Gamping, Sleman, pada Rabu (18/5/2022) siang. Sementara ini satu orang dinyatakan meninggal dunia di lokasi akibat kecelakan tunggal tersebut.
"Ya benar ini tadi korban kecelakaan sebanyak 27 orang dan 1 meninggal dunia dibawa ke RS Sardjito," kata Direktur Pelayanan dan Penunjang Medis PKU Muhammadiyah Gamping Masykur Rahmad saat dikonfirmasi awak media, Rabu (18/5/2022).
Masykur merinci, terdapat total 26 korban yang menjalani perawatan di RS PKU Muhammadiyah Gamping. Dari jumlah itu 8 luka berat, 1 luka sedang dan 17 luka ringan.
"Kemungkinan nanti yang akan dirawat (inap) di PKU Gamping sebanyak 9 orang," terangnya.
Terkait luka-luka yang diderita para korban, kata Masykur rata-rata ada pada bagian kepala. Ada juga sejumlah korban yang mengalami patah tulang.
Disampaikan Masykur, terdapat korban pula korban anak-anak dalam kecelakaan tunggal ini. Kendati demikian dipastikan anak-anak tersebut tidak mengalami luka berat
"Rata-rata cedera kepala dan yang patah tulang juga. Anak-anak ada satu orang luka ringan nanti bisa pulang," ungkapnya.
Ia menambahkan terkait dengan identitas korban meninggal dunia sendiri adalah perempuan berinisial M (48) yang diketahui merupakan warga Salam, Kabupaten Magelang.
Sebelumnya diberitakan sebuah bus mengalami kecelakaan tunggal di ring road barat wilayah Kaliabu, Gamping, Sleman, pada Rabu (18/5/2022) siang. Nahas satu orang meninggal dunia akibat peristiwa ini
Baca Juga: Bus Rombongan Takziah dari Magelang Terguling di Gamping, Satu Orang Meninggal Dunia
Informasi tersebut dibenarkan oleh Kasat Lantas Polres Sleman AKP Anang Tri Novian. Disampaikan bahwa bus itu sendiri berisi rombongan dari Salaman, Magelang yang hendak pulang setelah takziah di wilayah Bantul.
"Bus carteran melayat dari Salam, Magelang melayat ke Bantul itu posisi balik mau pulang," kata Anang saat dikonfirmasi awak media, Rabu (18/5/2022).
Namun, lanjut Anang, saat melintas di lokasi kejadian bus bernomor polisi AA 1549 GT tiba-tiba mengalami oleng. Bahkan bus juga sempat bergesekan dengan bus bergesekan dengan Mitsubishi Strada yang melintas di jalur yang sama.
"Sampai di TKP terjadi oleng dan terjadi gesekan sama Strada. Busnya terguling," terangnya.
Sejauh ini belum dapat dipastikan penyebab olengnya bus rombongan takziah dari Salaman tersebut. Disampaikan Anang, pihaknya masih akan melakukan olah TKP dan memeriksa kondisi bus yang terguling itu.
Selain polisi juga tengah melakukan pengecekan terhadap surat-surat yang dikantongi si supir. Sebab diketahui bus sempat melaju cukup kencang sebelum oleng dan akhirnta terguling tadi.
Berita Terkait
-
Bus Rombongan Takziah dari Magelang Terguling di Gamping, Satu Orang Meninggal Dunia
-
Pemindahan Ibu dan Anak Korban Kecelakaan Bus PO Ardiansyah ke Surabaya
-
Diindikasikan Positif Narkoba, Polisi Belum Tetapkan Sopir Bus Maut di Tol Mojokerto Jadi Tersangka
-
Undang Keprihatinan, Air Mata Ratusan Warga Ikut Tahlil Korban Kecelakaan Bus PO Ardiansyah
-
Sopir Bus Maut PO Ardiansyah Positif Sabu dan Tidak Memiliki SIM
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Lima Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, Muhammadiyah Minta Pencarian Gunakan Teknologi Terbaru
-
Heboh LHKP Muhammadiyah Cap Program MBG Haram, Haedar Nashir Buka Suara
-
Jelang Tanwir ke-114, Muhammadiyah Sentil Masalah Bangsa Menumpuk, Elite Tak Gerak Cepat
-
Dana Desa Dipangkas untuk Kopdes Merah Putih, Banyak Lurah Takut Masuk Penjara, DIY Andalkan Danais
-
Konsumsi Daging di Jawa Menggila, Ternak Terbatas, Selandia Baru Siap Ekspor Sperma Sapi ke Jogja