SuaraJogja.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa datang ke rumah duka almarhum Ahmad Syafii Maarif di Perum Nogotirto Elok II, Jln.Halmahera, No. 76, Nogotirto, Gamping, Kabupaten Sleman pada Sabtu (28/5/2022). Kedatangan Khofifah itu dalam rangka takziah dan berbela sungkawa atas meninggalnya sosok cendekiawan muslim tersebut.
Ia mengatakan bahwa saat ini Indonesia tengah berduka akibat kehilangan sosok besar Buya Syafii Maarif. Buya sendiri dipandang sebagai pribadi intelektual yang menyejukkan.
"Indonesia berduka. Bukan hanya warga Muhammadiyah dan kita semua kehilangan sosok intelektual ulama kharismatik dengan pikiran-pikiran besar yang selama ini selalu menyejukkan," kata Khofifah kepada awak media, Sabtu (28/5/2022).
Khofifah menyebut ada banyak pihak termasuk dari kekuatan-kekuatan politik yang ingin mendapatkan legitimasi dari Buya. Namun Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu dinilai tetap teguh untuk tidak terlibat dalam satu pihak tertentu.
"Saya melihat Buya Syafii Maarif pasti sangat banyak kekuatan-kekuatan politik yang ingin mendapatkan legitimasi atau justifikasi tertentu dari beliau," ujarnya.
"Tapi hal yang mungkin analogi yang tepat untuk bisa menggambarkan sosok Buya Syafii Maarif dalam menjaga ekuidistan dengan kekuatan politik seperti ikan di lautan. Air laut itu asin tapi ikan itu tidak terkontaminasi dengan asinnya air laut," sambungnya.
Alih-alih bergabung dalam satu golongan tertentu ditambahkan Khofifah, sosok almarhum Buya Syafii merupakan payung bagi semua pihak. Dengan komitmennya yang teguh dalam menjaga persatuan bangsa.
"Saya rasa beliau bisa menjadi payung dari sangat banyak kekuatan politik, kekuatan sosial, kekuatan keagamaan dan tentu komitmen besar beliau menjaga kebhinekaan di dalam kebersatuan dan persatuan," tuturnya.
Sebelumnya diberitakan, Cendekiawan muslim Ahmad Syafii Maarif atau yang akrab disapa Buya Syafii meninggal dunia pada Jumat (27/5/2022) kemarin pukul 10.15 WIB di RS PKU Muhammadiyah Gamping.
Baca Juga: Berduka Cita Buya Syafii Maarif Meninggal Dunia, Abu Janda: Tanda Akhir Zaman
"Beliau (Buya) meninggal di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping dimana kita berada pada pagi hari ini. Pada hari ini Jumat 27 Mei 2022 persis jam 10.15 waktu Indonesia bagian barat," kata Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, kemarin.
Disampaikan Haedar, Buya Syafii sendiri wafat pada usia ke 87 tahun. Sebelumnya jenazah Buya Syafii disemayamkan dan disalatkan di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta.
Buya Syafii Maarif sendiri dikebumikan di Taman Makam Husnul Khotimah Muhammadiyah yang terletak di Dusun Dukuh, Kalurahan Donomulyo, Kapanewon Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo, kemarin sore.
Diketahui Buya Syafii sendiri sudah sempat dirawat di rumah sakit karena terkena serangan jantung ringan pada akhir Maret lalu. Hingga kemudian masuk kembali ke rumah sakit pada Mei kemarin hingga dinyatakan meninggal dunia.
Berita Terkait
-
Ahok Kenang Buya Syafii Maarif, Publik Teringat Saat Bela Terkait Penistaan Agama
-
Eks Wakapolres Sleman yang Pernah Viral di Medsos Kenang Sosok Buya Syafii Maarif yang Tuturnya Selalu Menyejukkan
-
Apa itu Henti Jantung? Ini Penyebab Wafatnya Buya Syafii Maarif
-
Pesan Buya Syafii Maarif Untuk Selalu Menjaga Keutuhan Bangsa, Muhammadiyah Dan Umat
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Purbaya Dicopot Pas Lagi Rapat RAPBN, Akademisi UMY Soroti Etika dan Kepatutan Penguasa
-
Menjemput Rezeki dari Balik Layar Gadget hingga Ujung Canting, Kisah Difabel Bertahan Hidup di Jogja
-
PORTA by Ambarrukmo Hadirkan Pameran Eksperimental Photography "Somewhere Blue" by Nia Nanoka
-
Dari Olahraga untuk Negeri, BRI Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia