Tri menyadari bahwa setiap tindakan seseorang memiliki konsekuensi, sebagai bentuk tanggung jawab. Tetapi, kita harus lihat konsekuensi apa yang harus ditanggung yang bersangkutan.
"Yang bersangkutan masih belajar, artinya menjadi tangung jawab dari institusi pendidikan. Maka kewajiban institusi pendidikan untuk bisa memperingatkan dan menegur terkait dengan konten yang dibuat," imbuh Tri lagi.
"Kalau memberikan sanksi yang lainnya, itu tentunya sudah ada aturan-aturan dari institusi. Karena setiap orang yang praktik itu kan ada tata tertib dan sebaginya, yang mungkin harus ditaati dan sebagainya," sebutnya.
Mengetahui sejumlah warganet mengomentari soal nakes perempuan memasang kateter kepada pasien laki-laki atau sebaliknya, Tri mengungkap tindakan itu lumrah dilakukan.
"Kami dalam memberikan pertolongan tidak boleh membeda-bedakan suku, agama, ras, gender, jenis kelamin dan sebagainya. Kalau itu harus kita layani ya tidak masalah," tuturnya.
Bukan Pelecehan Seksual
Sementara soal dugaan pelecehan, ia tidak sepakat dengan adanya opini warganet yang satu ini.
Menurut dia, sebuah konten disebut mengandung unsur pelecehan ketika di dalamnya berisikan siapa yang dilecehkan berikut bunyi kalimat atau tindak pelecehannya.
"Itu sebenarnya ungkapan dia saja. Kalau kami lihat pelecehan dan sebagainya, itu ada unsur kesengajaan. Coba kalau kita perhatikan anak ini, saya yakin yang bersangkutan pasti sangat menyesal," kata dia.
Baca Juga: Viral Mahasiswa Perawat Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Ujungnya Dikeluarkan dari Tempat Praktik
Terakhir, Tri mengungkap bahwa institusi pendidikan dan organisasi profesi selalu bekerja sama dalam berbagai kesempatan. Selalu ada pembekalan, baik itu di awal kegiatan pembelajaran, di dalam proses pembelajaran maupun di akhir.
Selain itu, ia menekankan memeriksa pasien tidak boleh diiringi tertawa, sebagai bentuk prinsip etik.
"Ada namanya ikut merasakan apa yang dia [pasien] rasakan. Harus ada empati menjunjung tinggi martabat mereka," tambahnya lagi.
Klarifikasi Mahasiswi Unisa Yogyakarta
Mahasiswi Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta yang dihujat oleh warganet karena unggahan curhat pasang kateter pasien telah mengunggah pula klarifikasinya, sejak Rabu (2/6/2022).
Di dalam unggahannya ia menyebutkan bahwa apa yang ia alami dan rasakan, tentunya dirasakan pula oleh perawat lainnya. Selain itu, unggahan Tiktok miliknya juga bermaksud untuk mengedukasi warganet terkait kateter.
Berita Terkait
-
PPNI Buka Suara Terkait Perawat Bikin Konten Pelecehan Seksual di Medsos
-
Viral Dugaan Pelecehan di RSUD Wonosari, Ini Penjelasan Kode Etik yang Dilanggar
-
Viral Mahasiswa Perawat Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Ujungnya Dikeluarkan dari Tempat Praktik
-
Unggahan Mahasiswi Unisa Yogyakarta Pasang Kateter ke Pasien Disorot, Anak Kelas 5 SD Telan Jarum dan Dilarikan ke RS
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- 12 Pilihan Mesin Cuci Langsung Kering Tanpa Jemur
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
Pilihan
-
Reshuffle Kabinet: 'Orang Jokowi' Tersingkir, Sugiono Disebut Rangkap Jadi Menko PMK
-
Diberhentikan dari Kapolri, Listyo Sigit Prabowo Disebut Bakal Jadi Kepala KSP
-
Listyo Diberhentikan, Suyudi Dilantik Prabowo Siang Ini Jadi Kapolri Baru Usai Disetujui DPR
-
Listyo Sigit Prabowo Segera Diganti, DPR Setujui Komjen Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
Terkini
-
DIY Masuk Periode Kekeringan Berkepanjangan, Tiga Kabupaten Dibayangi Kebakaran
-
Raih Ekstra 27.000 GarudaMiles dari Transaksi dengan BRI Kartu Kredit Infinite Prioritas
-
Kemarau Diprediksi hingga Desember, Kulon Progo Perpanjang Siaga Kekeringan
-
Cara PIMPASA Imigrasi Yogyakarta Cegah Perdagangan Orang Lewat Pangan dan Wayang
-
Direproduksi Antar Generasi, 200 Lebih Kasus Bullying Terjadi di Kota Jogja