SuaraJogja.id - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan sedang menjadi sorotan setelah menaikkan tarif masuk Candi Borobudur untuk turis lokal dari Rp 50 ribu menjadi Rp 750 ribu. Sontak ini menuai kritikan dan protes dari netizen termasuk komika Kemal Palevi.
Melalui akun Twitter dan Instagramnya, dia memberikan sindiran pedas atas keputusan yang membuat publik heboh ini.
Sambil mengunggah sebuah poster yang dibuat oleh akun Negeriku Lucu dengan judul 'Luhut Umumkan Tarif Masuk Candi Borobudur untuk Turis Lokal Sebesar Rp 750 Ribu'. Di bagian selanjutnya, akun itu mempertanyakan mengapa Menteri Luhut mendadak menjadi Menteri Pariwisata. Yang seperti diketahui itu dijawab oleh Sandiaga Uno.
"Ini kenapa tiba-tiba Pak Luhut jadi Kemenpar?," tulisnya.
Sementara itu, Kemal Palevi seolah memuji kemampuan Menteri Luhut karena bisa menjangkau semua bidang termasuk mengatur soal pariwisata yang ada di Indonesia.
"Opung Luhut emang hebat. Salut. Dari kesehatan sampai pariwisata, semua diurusin. Nggak ada capeknya gokil," kicaunya pada Minggu (5/6/2022).
Tak berhenti di situ, Kemal terlihat kembali memberikan sindiran kepada Menteri Luhut.
"Opung Luhut gak mau sekalian ngurus @pssi? Pasti kalau opung yang ngurusin, gak mungkin lupa booking lapangan. Dijamin. Si berani tuh lapangan dipake orang lain kalau opung yang turun tangan. Auto pindah warga negara fix," tulisnya di postingan Instagramnya.
Senada dengan Kemal Palevi, netizen juga ikut-ikutan menyindir halus keputusan Menteri Luhut menaikan tarif masuk Candi Borobudur menjadi begitu mahal.
Baca Juga: Harga Tiket Masuk Rp 750 Ribu, Ini Sejarah dan Fakta Unik Candi Borobudur
"Terbaik Opung kita emang bang, tiada tanding," komentar netizen lain.
"Pak sandi tersenyum karena pekerjaannya telah digantikan oleh opung tercinta," timpal netizen lain.
"Yang lain kerjanya apa ya ko semuah opung luhut yang tangani, kan kasian," sindir netizen lainnya.
Kontributor : Tinwarotul Fatonah
Berita Terkait
-
Luhut Jamin Minyak Goreng Tersedia dengan Harga Terjangkau: Masyarakat Tak Perlu Galau
-
Selain Rencana Kenaikan Tarif, Wisatawan yang Berkunjung ke Candi Borobudur Juga Wajib Reservasi Online
-
Luhut Sebut Tarif Rp750 Ribu untuk Menaiki Borobudur Masih Belum Final
-
Menko Luhut Kaji Ulang Harga Tiket Masuk Candi Borobudur: Supaya Tarifnya Turun
-
Tak Setuju Menteri Luhut Naikkan Harga Tiket Candi Borobudur, Gus Nadir Tawarkan Solusi Cerdas, Apa Itu?
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Siklus Megathrust Pulau Jawa Tinggal 30 Tahun, Pakar Kegempaan Ingatkan Kesiapsiagaan DIY
-
Niat Keluar Cari Sasaran, Komplotan Remaja Bacok Pemuda di Jalan Godean Sleman
-
Efisiensi Anggaran Bikin Pekerja Seni di Jogja Kelimpungan, Berburu Hibah demi Bertahan Hidup
-
Tim Hukum Peduli Anak Pemkot Jogja Bidik Pidana Korporasi hingga Pembubaran Yayasan Little Aresha
-
Bedah Buku 'Muslim Ahmadiyah dan Indonesia' di UKDW Yogyakarta: Bukti Resiliensi dan Cinta Tanah Air