SuaraJogja.id - Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Sleman akan meniru penanganan Covid-19 dalam memutus tali penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Sleman.
Plt Kepala DP3 Sleman Suparmono mengatakan, sementara ini BBVet Wates sedang kewalahan memeriksa sampel ternak diduga PMK. Padahal PCR hewan yang suspek PMK merupakan wewenang BBVet.
Namun demikian, Pemerintah Kabupaten Sleman tetap akan berupaya menangani penyebaran PMK, salah satunya dengan isolasi ternak yang berasal dari luar daerah dan karantina hewan yang diduga maupun terkonfirmasi PMK.
"Tapi PCR harus tetap didorong dan ada tracing di tempat yang terfokus. PCR menjadi kunci peneguhan hewan tersebut kena PMK atau tidak," kata Suparmono, Jumat (10/6/2022).
Ia mengatakan, di Kabupaten Sleman sudah ada puluhan ternak yang sudah terkonfirmasi PMK, sedangkan lainnya masih suspek.
"Kami beri perawatan dan pengobatan," kata dia.
"Tetap seperti itu sebelum diputuskan semua [ternak] harus PCR. Karena harga PCR untuk satu ternak biayanya masih tinggi," tambahnya.
Kala ditanyai stok obat-obatan bagi ternak terkena PMK, Suparmono mengatakan jumlah stok obat-obatan menipis.
Namun demikian, Kementerian sudah berkomitmen untuk membantu obat-obatan. Sehingga diperkirakan dalam waktu dekat persediaan obat-obatan untuk ternak dapat terpenuhi, lanjut dia.
Baca Juga: 2.032 Ekor Sapi di Sumbar Diduga Terjangkit PMK
Lebih jauh ia menjelaskan, DP3 sudah mendata ternak yang harus divaksin, yakni sekitar 103.000 ekor. Terdiri dari kambing, domba, sapi. Menurut dia, bila sebanyak 75% dari jumlah ternak tersebut dapat tervaksin, maka situasinya akan sedikit lebih baik.
Data tersebut, lanjutnya, juga sudah dikirimkan ke Kementerian. Ia berharap bulan ini atau setidaknya Juli 2022, vaksin impor sudah bisa dimanfaatkan.
"Jadi nanti kalau [ternak] sudah divaksin, kita lebih tenang lagi. Kalau sekarang ini pengendalian luar biasa, menguras tenaga," tuturnya.
Suparmono menyatakan Pemkab Sleman tetap membuka pasar hewan agar perdagangan ternak tetap berjalan. Hanya saja, masyarakat disarankan untuk mendahulukan membeli ternak dari wilayah terdekat tempat tinggal mereka.
Sementara itu, pihaknya juga bekerja sama dengan pemerintah kalurahan dan kapanewon untuk mengawasi aktivitas pasar tiban ternak.
Terpisah, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menjelaskan, menjelang pelaksanaan Hari Raya Iduladha 2022, Pemkab Sleman membuka akses perdagangan ternak antar daerah. Hal itu dikarenakan terbatasnya ketersediaan hewan ternak di Kabupaten Sleman.
Berita Terkait
-
Penutupan Pasar Hewan di Kota Kediri Diperpanjang untuk Cegah PMK
-
Kasus Covid-19 Melandai, Tim KPC-PEN Bakal Bubar
-
DPR Dorong Pemerintah Antisipasi Tren Kenaikan Covid-19 lewat Vaksin Booster
-
Pemerintah Diminta Percepat Distribusi Vaksin PMK, Pakar: Sebelum Dampaknya Lebih Besar
-
Wacana Borobudur Naik Tarif, Pemkab Sleman Bersiap Optimalisasi Candi-candi Kecil
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Untuk Jadi Bos BI
-
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
Terkini
-
Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
-
3 Saksi Dihadirkan dalam Sidang Lanjutan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman, Ada Raudi Akmal
-
Inden Sejak Bayi, SD Muhammadiyah Sapen Jadi Sekolah Paling Diincar di Yogyakarta
-
Sidang Korupsi Dana Hibah Pariwisata, Raudi Akmal Disebut Sebagai Pemberi Perintah
-
Sempat Hilang saat Orang Tua Ronda, Seorang Bocah Ditemukan Tewas di Selokan Mataram