Scroll untuk membaca artikel
Galih Priatmojo
Selasa, 14 Juni 2022 | 13:21 WIB
Gambar satelit menunjukkan jembatan kereta api yang rusak di barat laut Severodonetsk, Ukraina, 11 Juni 2022. (Maxar Technologies/HO via Reuters/as)

SuaraJogja.id - Pasukan Rusia memotong akses yang tersisa di Sievierodonetsk, Ukraina timur, sehingga menutup upaya evakuasi warga sipil dari kota itu, kata seorang pejabat Ukraina.

Sievierodonetsk telah menjadi fokus serangan Rusia ketika Moskow berusaha merebut wilayah Donbas.

Satu-satunya jembatan yang tersisa hancur, membuat warga sipil di kota itu terperangkap dan bantuan kemanusiaan tidak bisa disalurkan, kata gubernur setempat Sergei Gaidai.

Dia menambahkan sekitar 70 persen kota itu kini dikendalikan oleh Rusia.

Baca Juga: Cerita Pilu Atlet Ukraina, Jadikan Bulu Tangkis Sarana Bertahan Hidup di Tengah Peperangan

Presiden Volodymyr Zelenskyy pada Senin malam mengatakan pertempuran di Donbas akan menjadi pertempuran paling brutal dalam sejarah Eropa.

Wilayah itu mencakup provinsi Luhansk dan Donetsk, yang diklaim sebagai negara merdeka oleh kelompok separatis pro-Rusia.

"Bagi kami, harga pertempuran ini sangat mahal. Ini mengerikan," kata Zelenskyy.

Menurut dia, jumlah artileri modern yang cukup akan membantu Ukraina.

Ukraina telah mendesak negara-negara Barat untuk mengirimkan senjata berat. Bantuan itu akan membantu mempertahankan Sievierodonetsk, target penting serangan Rusia di wilayah timur.

Baca Juga: Perang Ukraina-Rusia Makin Sengit, Volodymyr: Setiap Jengkal Wilayah, Kami Pertahankan

Ukraina memerlukan 1.000 howitzer, 500 tank dan 1.000 pesawat nirawak (drone), kata penasihat presiden Mykhailo Podolyak, Senin.

Load More