SuaraJogja.id - Seorang pria pemilik akun @affandialxo membagikan videonya (8/6/2022) yang memprotes PLN perihal kabel listrik yang melintas tepat di atas rumahnya. Posisi kabel listrik tersebut juga terlihat agak pendek, dan jaraknya terlalu dekat dengan atap rumah.
Ia juga menyebutkan kalau semisal hujan lebat sering terjadi listrik saling sambar dekat dengan rumahnya. Kondisi tersebut dianggapnya berbahaya itu sebabnya dia protes dan video tersebut.
“Ini PLN Pekanbaru gimana, nih?” tulis @affandialxo pada video yang ia unggah tersebut.
Pria ini juga mengaku sudah membuat pengaduan langsung, laporan juga suadh dibuat. Sayangnya, sampai hari di mana video tersebut dibuat dan diunggah PLN belum juga merespons.
Ia juga membahas dampak lainnya untuk rumah mereka. Yakni rumah tidak bisa direnovasi dan tidak bisa ditambah tingkatnya karena ada banyak kabel yang menghalangi di sana.
Video protesnya soal banyak kabel listrik yang melintas di atas rumah tersebut lantas distitch oleh pengguna TikTok lainnya yakni @bozzsaaep. Mengalami hal yang sama @bozzsaaep juga hendak membagikan kondisi rumahnya pada netizen.
Namun bukannya mirip sama, tapi kondisinya bisa dibilang jauh lebih buruk. Dalam video stitch tersebut terlihat ada kabel listrik yang menembus tembok rumah. Kabel tersebut melintang di dalam rumah layaknya sebuah jemuran. Sontak netizen kaget dibuatnya.
“Sorry bang, izin stitch, nih kalau tempat gue kabelnya melintang dalam kamar kayak gini bang,” terang @bozzsaaep.
Melihat kondisi kabel tersebut, beberapa netizen berkomentar dengan nada khawatir dan memperingatkan sang pemilik akun.
“Ati-ati bang ketika beban listrik besar, kabel itu bisa meledak. Saya pernah ngalamin dua kali kabel depan rumah meledak,” terang @yumarellyset.
“Kerjaan vendor PLN ya begini, asal jadi, dari PLNnya juga ga ada cek ricek di lapangan,” tulis @lunkaborrvero.
“@PLN nggak ada kah? Respon dar Anda? Atau perlu pak @erick thohir turun tangan?” tulis @_est1989 ikut geram.
“What kok bisa bang? Emang pas bangun rumah nggak dipindahin dulu?” tanya @aidan boys.
“Kata yang suka kontrol setiap bulan sih, bangun aja dulu, nanti dipindahin kalo bangunan udah jadi, nanti ada yang ngecek ke lokasi. Tapi sampe sekarang ga ada,” terang pemilik akun @bozzssaep.
Berita Terkait
-
Viral, Kakek Penebang Tebu Digaji dengan Uang Mainan Minta Maaf, Netizen: Kena Prank Nasional Apa Dipaksa Bohong?
-
Mardani Maming Dikabarkan Jadi Tersangka Kasus Dugaan Suap, Netizen Beri Sindiran Menohok Soal Ini
-
Video Motor Trail Nyangkut di Kabel Listrik, Warganet Teringat Sepeda Shiva
-
Curi Kabel Listrik Milik PLN Senilai Rp52 Juta, Tiga Pelaku Ditangkap Sebelum Sempat Menjual Barang Curiannya
-
Video Detik-Detik Petasan Nyangkut dan Meledak di Kabel Listrik Milik PLN
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Hampir 1.000 Orang Ramaikan Fun Run, Dorong Wisata dan UMKM Sleman
-
Film Animasi Indonesia Ajisaka Menuju Pasar Global, Sony Pictures hingga Netflix Mulai Melirik
-
Pakar UMY Ingatkan Risiko Salah Sasaran Bansos Jika Desil DTSEN Jadi Patokan Mutlak
-
100 Ahli Ortopedi dari 15 Negara Bahas Masa Depan Penanganan Sendi di Yogyakarta
-
GEMPAR Sambangi Pasar Godean, Seni Tradisional Warok Siap Hebohkan Warga