SuaraJogja.id - Inovasi para pedagang ketika berjualan memang unik-unik. Salah satunya penjual gorengan ini yang memiliki cara unik untuk menjangkau pelanggan yang lokasinya jauh. Apalagi pedagang tersebut memiliki kios di seberang sungai.
Para pedagang kreatif memang tidak pernah kehabisan akal untuk meningkatkan penjualan. Setiap tantangan yang terjadi dirinya ubah menjadi peluang usaha sehingga konsumen tertarik untuk membeli dagangan mereka.
Seperti yang dilakukan oleh pedagang ini. Dalam unggahan akun Instagram @kulinertrending.id, tampak rumah seorang pedagang gorengan yang berada di seberang sungai. Namun dirinya berhasil mendapatkan pelanggan yang berasal dari seberang sungai di sisi yang lain.
Caranya dengan membuat alat khusus agar gorengan bisa sampai ke pelanggan yang berada di pinggir sungai. Alat itu terdiri dari tali tambang yang dibentangkan dari rumahnya ke seberang sungai, ember dan katrol untuk menarik ember ke seberang sungai.
Untuk membeli gorengan disana, pelanggan harus berteriak untuk memesan gorengan apa saja yang dibeli. Lalu penjual akan menarik ember ke seberang dan pembeli harus menaruh uang di ember tersebut.
Berikutnya ember ditarik dan uang diganti dengan pesanan gorengannya. Sepintas cara ini cukup ekstrim karena lokasi penjual gorengan berada di bawah dan dekat sungai, sehingga tali harus ditarik agak ke atas agar bisa sampai ke pembeli.
Selain itu embernya terus bergerak ke kanan dan ke kiri, sehingga dikhawatirkan uang atau gorengan yang ada di dalam ember tersebut jatuh ke sungai. Meski begitu harus diakui kalau cara ini merupakan konsep pelayanan yang unik dan inovatif.
“Jarak dan akses bukan halangan untuk mencari rezeki, ini bisa dinamakan Gorengan tarik tali express,” bunyi keterangan di video.
Tidak heran kalau warganet banyak memberikan komentar atas inovasi pelayanan yang dilakukan penjual gorengan viral ini.
Baca Juga: Viral Pedagang Sate Gerak Cepat Layani Pelanggan, Malah Dapat Kritikan Begini
“Saking viralnya. orang dah pada tau ya,” tutur warganet.
“Yang heran kok bisa tau ada yang jual gorengan di bawah ya bagaimana ceritanya penasaran,” jelas warganet.
“Definisi rejeki gak akan kemana,” imbuh warganet.
Potret penjual gorengan yang menggunakan katrol dan ember untuk melayani pembeli ini, mendapatkan 9.645 likes dan banyak komentar dari warganet.
Kontributor : Dinar Oktarini
Berita Terkait
-
Viral Pedagang Sate Gerak Cepat Layani Pelanggan, Malah Dapat Kritikan Begini
-
Keterlaluan, di Saat Harga Bumbu Dapur Naik, Emak-emak ini Malah Gondol Cabai Pedagang 5 Kilogram
-
Pasar Jaya Belum Tertibkan PKL Liar di Pasar Ciplak Jatinegara Karena Cegah Konflik
-
Janji Umrahkan Pedagang Sembako, Mendag Zulhas Diminta Tak Banyak Gimik Seperti Menteri Sebelumnya
-
Gokil! Bak Wahana Flying Fox, Cara Penjual Gorengan Antar Pesanan Ini Bikin Publik Tercengang
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
"Nyaman Bersama Mandiri", Langkah Bank Mandiri Jaga Kenyamanan Nasabah Dari Transaksi Hingga Layanan
-
Tiga Kampus Tersandung Kasus Pelecehan Seksual, Satgas Seharusnya Tak Sekadar Formalitas
-
Tegas! UAD Berhentikan Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual di Lokasi KKN
-
Dugaan Warga Sleman Jadi Korban Mafia Tanah, Kantor Pertanahan Ungkap Temuan Ini
-
Unisa Yogyakarta Raih Penghargaan JBBA 2026 di Klaster Pendidikan