SuaraJogja.id - Membuat video estetis menjadi tren di kalangan remaja. Banyak cara yang mereka lakukan untuk menciptakan video yang menarik, sampai-sampai mengabaikan keselamatan smartphone mereka dan berakhir tragis.
Kisah ini terekam dalam video yang diposting oleh akun Instagram @therealbutejo. Di awal video terlihat 2 orang bocah yang satu mengendarai sepeda, dan yang satu mengenakan tas, helm serta tas sehingga penampilannya unik.
Bocah berpenampilan unik itu menempelkan smartphonenya di tampah. Rencananya smartphone akan dinyalakan dalam mode merekam. lalu remaja laki-laki berkostum unik ini akan menggelindingkan tampah yang sebelumnya sudah tertempel smartphone.
Tampah akan mengikuti ayunan sepeda bocah lainnya sampai selesai. Adapun tujuan pengambilan video dengan teknik yang seperti itu, harapannya agar tampah pengambilan video bisa mengikuti arah sepeda sehingga video tampak estetis.
Proses perekaman pun dimulai. Dengan kompak mereka menggelindingkan tampah sekaligus mengayun sepeda supaya berjalan beriringan. Namun rencana mereka tidak sesuai ekspektasi. Tampah bergerak terlalu kencang dan tanpa arah, sehingga tampah masuk ke sungai.
Bocah berkostum unik pun langsung bergegas mengejar tampah itu. Sebab, ada HP yang menempel di tampah sehingga ia khawatir smartphone akan rusak ketika terendam air. Akhirnya proses pembuatan video estetis pun batal karena akhirnya tragis seperti itu.
“Selalu hati-hati buat yang mau bikin video estetik kaya gini yes,” bunyi keterangan di video.
Video bocah yang gagal membuat video estetis viral di Instagram. Banyak yang memberikan komentar lucu atas kegagalan kedua bocah itu menciptakan video estetis.
“Untung sudah pakai perisai Captain America. Jadi aman HP-nya hahaha,” canda warganet.
Baca Juga: Viral! Toko Satu Ini Punya Desain "Setipis Mendoan", Warganet Penasaran sama Dagangannya
“Hasilnya pasti bagus tuh. Kameranya berputar-putar dan tercebur ke dalam air. Gak sabar nunggu upload-nya wkwkwkw,” imbuh warganet.
“Kalau video tidak terupload, berarti HP tidak selamat,” ucap warganet.
“Niat menghibur malah tercebur hahaha,” balas warganet.
“Ayo guys mari like dan support mereka supaya mereka dapat beli HP baru,” komentar warganet.
Potret bocah yang ingin membuat video estetis, dan berakhir tragis ini pun mendapatkan 5.453 likes dan banyak komentar dari warganet.
Kontributor : Dinar Oktarini
Berita Terkait
-
Viral! Toko Satu Ini Punya Desain "Setipis Mendoan", Warganet Penasaran sama Dagangannya
-
Ngeri! Pria Pamer Speaker Raksasa, Suaranya Bikin Penasaran
-
Lagi Antre di Kasir, Pria Ini Bingung Mendadak Lihat Cicak Nempel ke Kepala Perempuan di Depannya
-
Niat Main Sepatu Roda, Tingkah Wanita Ini Nyaris Jatuh Buat Warganet Tertawa
-
Dicegat di Depan Masjid saat Salat, Wanita Ini Histeris HP Dirampas Jambret
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Isu Keamanan Jelang HUT RI Bikin Khawatir, Sri Sultan Singgung Soal Pagar Tinggi di Mal
-
BRI Optimalkan Likuiditas dari Dana SAL untuk Perluas Kredit Berkualitas bagi UMKM
-
Berangkat Kerja Malah Jadi Korban Begal, Pria di Sleman Ditodong Sajam dan Motor Digasak
-
Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun
-
Murah, Mudah Didapat, Sulit Ditinggalkan, Kisah Kelam Mantan Pengguna Obat Keras di Jogja