SuaraJogja.id - Polres Sleman tengah melakukan pengembangan untuk pemeriksaan kasus peredaran sabu-sabu di wilayahnya. Saat ini diketahui dua orang pelaku sudah diamankan terkait jaringan peredaran sabu lintas wilayah tersebut.
Kasat Narkoba Sleman AKP Irwan mengatakan, dua orang pelaku itu adalah RAR (21) dan FDH (25), yang merupakan warga Sukoharjo, Jawa Tengah.
Keduanya ditangkap setelah kedapatan menjadi perantara dan mengedarkan/menjual narkotika jenis sabu. Selain itu mereka juga mengambil dan memecah sabu kemudian menaruh ke alamat untuk diedarkan kembali.
"Jadi ini lintas wilayah, masih dikembangkan dari pengungkapan kasus beberapa hari sebelumnya dari paket-paket kecil, kemudian kita kembangkan siapa sih yang mengedarkan sabu-sabu ini," ujar Irwan ditemui di Mapolda DIY, Selasa (11/7/2022).
Disampaikan Irwan, pihaknya sendiri telah mengembangkan penyelidikan kasus itu hingga ke Boyolali. Sedangkan dua tersangka sendiri memang diamankan sebagai sebagai pengedar.
Mereka yang bertugas memberikan sabu itu kepada orang-orang. Transaksi sendiri dilakukan secara online dan barang hanya akan diletakkan di suatu tempat yang sudah disetujui dan tinggal diambil oleh pembeli.
"Kalau kami dalami ini jaringan yang kita ungkap adalah jaringan dari Jawa Tengah, termasuk barangnya masuk dari Pulau Sumatra. Dari Sumatra masuk Pulau Jawa diedarkan ke Jateng-DIY," terangnya.
Jaringan tersebut, kata Irwan, masih terus dikembangkan, mengingat juga tersangka sudah cukup lama menjadi pengedar dan sekaligus target operasi dari polisi.
Terkait sasaran peredaran narkoba sendiri, Irwan menyebut tidak hanya menyasar kalangan mahasiswa saja, melainkan pesanan merambah ke semua kalangan.
Baca Juga: Polisi Ringkus Empat Orang Diduga Pengguna Sabu di Kampung Boncos Jakbar
"Paling banyak memang sasarannya mahasiswa, tapi tidak semua kalangan mahasiswa, ada juga yang dari kalangan pekerja buruh pun ada yang memesannya," tandasnya.
Diketahui bahwa kasus ini masuk dalam satu kasus menonjol yang diungkap Ditresnarkoba Polda DIY dalam rilis kasus di Mapolda DIY, Selasa (12/7/2022) hari ini.
Sebelumnya, Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda DIY selama 14 hari berhasil mengungkap 43 kasus peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayahnya. Dari puluhan kasus itu polisi menyita barang bukti yang ditaksir nilainya mencapai Rp100 juta lebih.
Wadir Resnarkoba Polda DIY AKBP Bakti Andriyono menuturkan bahwa operasi itu dilaksanakan pada tanggal 27 Juni hingga 10 Juli 2022. Dalam medio operasi itu jajaran Ditresnarkoba Polda DIY telah berhasil mengungkap seluruh target operasi.
"Sebanyak target operasi yakni 20 kasus terungkap semua. Kemudian overprestasi untuk non target operasi sebanyak 23 kasus. Jadi totalnya 43 kasus," kata Bakti.
Disampaikan Bakti, dari 43 kasus ini sejumlah barang bukti turut disita. Mulai dari ganja sebanyak 65 gram, sabu-sabu seberat 79 gram, tembakau gorila sebanyak 31 gram, psikotropika 1.009 butir, serta obat keras 5768,5 butir.
Berita Terkait
-
Polisi Ringkus Empat Orang Diduga Pengguna Sabu di Kampung Boncos Jakbar
-
Polda DIY Ungkap 43 Kasus Narkoba dalam 14 Hari, Total Barang Bukti Ditaksir Capai Rp100 Juta
-
Polda Kaltim Ringkus 3 Tersangka Penyalahgunaan Narkotika, Sabu 64 Poket, Ganja Dipesan Online
-
Video Suasana Terkini Pascakerusuhan yang Kembali Pecah di Babarsari, Sleman
-
Dua Pria Pengedar Sabu di Cokok Tim Unit Reskrim Polsek Air Joman
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Menyesap Selang Demi Setetes Air, Potret Ketangguhan Warga Bantul Bertahan Saat Kemarau
-
Pasien Asuransi Pemerintah Masih Menunggu, Industri Sebut Administrasi Jangan Kalahkan Kemanusiaan
-
UMY Kembangkan 5 AI Pendeteksi Penyakit, Bantu Diagnosis Kanker hingga Tumor Otak Lebih Cepat
-
Unisa Yogyakarta Perkuat Riset Lewat Laboratorium Animal House, Dukung Pengembangan Kandidat Obat
-
Isu Keamanan Jelang HUT RI Bikin Khawatir, Sri Sultan Singgung Soal Pagar Tinggi di Mal