Scroll untuk membaca artikel
Galih Priatmojo
Rabu, 20 Juli 2022 | 18:21 WIB
Ilustrasi Covid-19 (Pexels.com/Edward Jenner)

SuaraJogja.id - Kasus Covid-19 di Sleman kembali meningkat. Salah seorang pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 dilaporkan meninggal dunia setelah sebelumnya menjalani perawatan di rumah sakit.

"Berusia 29 tahun, warga Kapanewon Ngemplak," kata Kepala Pelaksana BPBD Sleman Makwan, Rabu (20/7/2022) malam.

Lebih lanjut, hingga saat ini terdapat sebanyak sepuluh pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang sedang menjalani isolasi di Rusunawa MBR Gemawang.

Makwan menerangkan satu di antara pasien tersebut merupakan mahasiswa dan masuk ke isoter Rusunawa pada 11.30 WIB.

Baca Juga: Konsep Peluncuran Tim dan Jersey Baru PSS Sleman Diubah, Ini Alasannya

"Gejala batuk, pilek, diswab PCR hasil positif," kata dia.

Sebelumnya, Selasa (19/7/2022) seorang pelaku perjalanan menjalani isolasi di rusunawa pula.

"[Pasien masuk Selasa] bukan mahasiswa," imbuhnya.

Jumlah pasien Covid-19 yang menjalani isolasi di isoter bertambah sejak Selasa sore, setelah ada sebanyak delapan siswa dari sebuah sekolah menengah atas swasta terkonfirmasi positif Covid-19.

"[Delapan] pasien dijemput oleh tim dan masuk isoter pada 17.20 WIB," terangnya.

Baca Juga: Laga Perdana Tak Mudah, PSS Sleman Tingkatkan Power di Pantai Depok

Dengan demikian saat ini di Kabupaten Sleman ada 236 kasus aktif.

Namun secara kumulatif, per 20 Juli 2022, ada 79.341 kasus konfirmasi di Sleman, sembuh sebanyak 76.418 dan meninggal ada 2.687 kasus.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Sleman Cahya Purnama mengungkap, dari prediksi nasional diperkirakan akan ada kenaikan jumlah kasus Covid-19 pada akhir Juli atau awal Agustus 2022.

"Jadi kita memang harus waspada di Sleman," kata dia.

Melihat kondisi ini, ia meminta masyarakat tetap mempertahankan protokol kesehatan terutama dalam hal penggunaan masker.

Faktor penyebab kenaikan kasus selain dikarenakan kemunculan varian Covid-19 baru yang memiliki sifat penularan cepat,  mobilitas masyarakat saat ini semakin tinggi.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Sleman Shavitri Nurmala memastikan, Sat Pol PP hingga kini tetap menggelar patroli rutin penegakkan protokol kesehatan maupun jam belajar anak.

Sasaran patroli adalah titik keramaian  seperti pasar, lapangan, sekolah maupun tempat-tempat yang dijadikan tongkrongan anak muda.

"Terutama untuk kerumunan, diingatkan," ujarnya.

Kali terakhir, pihaknya membubarkan kerumunan anak muda yang berada di kawasan Bronggang, Kapanewon Cangkringan.

"Di sana tiap malam ada perkumpulan anak muda. Jadi, saat itu sudah jam 00.00 WIB, kami bubarkan. Tiap kerumunan, dibubarkan," tegasnya. 

Kontributor : Uli Febriarni

Load More