SuaraJogja.id - Kari ayam khas Medan cocok Anda sajikan di akhir pekan untuk makan bersama keluarga di siang hari. Rasa segar dan pedas jadi penyemangat akhir pekan. Berikut ini resep kari ayam khas Medan.
Kari merupakan jenis hidangan berkuah yang dimasak dengan rempah-rempah hingga mempunyai cita rasa tajam dan pedas.
Rempah yang digunakan biasanya ketumbar, kunyit, merica, cabai, bubuk paprika, jintan, kayu manis, kapulaga, bunga lawang, kelabet, adas manis, daun salam koja, dan cengkih.
Kini kari jadi makanan dunia. Selain itu diadopsi ke dalam masakan Thailand, masakan Inggris, dan masakan Jepang.
Berikut ini resep kari ayam khas Medan seperti dikutip dari Cookpad:
Bahan-bahan:
- 1 kg (2 ekor) ayam kampung muda
- 8 bh kentang ukuran sedang
- 4 butir telur rebus, kupas kulit
Baca Juga: 8 Tersangka Kasus Kerangkeng Bupati Langkat Nonaktif Disidang Besok
- 2500 ml santan (dari 1 butir kelapa)
Bumbu halus:
- 9 btr bawang merah
- 5 siung bawang putih
- 1 sdm ketumbar sangrai
- 1/2 sdt jinten sangrai
- 5 cm kunyit sangrai
- 50 gr cabe merah
- 5 cm jahe
- 5 cm lengkuas
- 7 btr kemiri
Bumbu cemplung:
- 3 btr kapulaga
- 5 btr cengkeh
- 2 lbr daun kunyit sobek 3 bagian
- 3 btg sereh geprek
- 5 lbr daun salam
- 5 cm kayu manis
- 5 lbr daun jeruk purut buang tulang daun
- 2 tangkai daun salam koja
- 1 sdt air asam jawa
- 1 sdt kaldu bubuk
- 1 sdm gula pasir
- secukupnya Garam
Cara membuat:
- Potong ayam sesuai selera
- Potong ayam agak kecil biar cepat matang agar segera bisa dikonsumsi. Idealnya 1 ekor potong 4 bagian
- Tumis bumbu halus dengan sedikit minyak. Tumis sampai harum.
- Masukkan bumbu cemplung kemudian masukkan ayam.
- Masak sampai ayam berubah warna.
- Tuang santan. Aduk-aduk terus agak santan tidak pecah.
- Masukkan air asam jawa, gula dan garam. Koreksi rasa.
- Masukkan kentang belakangan agar kentang tidak hancur.
- Masak sampai ayam matang dan lembut.
Sajikan dengan bihun/nasi. Lebih nikmat bila dilengkapi emping dan bawang goreng.
Demikian resep kari ayam khas Medan.
Berita Terkait
-
Warga Medan Merapat! 3 Spot Healing untuk Sehari, Bisa PP Naik Motor!
-
Telur Rebus Tahan Berapa Lama di Kulkas? Begini Cara Menyimpannya agar Awet
-
Review The Potato Lab: Kisah Cinta di Balik Laboratorium Kentang
-
Banjir Kepung Medan, Puluhan Warga Mengungsi
-
Menteri Ekonomi Malaysia Kagum Potensi Sumut, Puji Kepemimpinan Bobby Nasution
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
YOGYAKOMTEK 2026 Resmi Dibuka, Pameran Komputer Terbesar di DIY
-
Honda DBL Jogja 2026 Dimulai: Sensasi Riding Test dan Peluang Bawa Pulang New Honda BeAT
-
Influenza A Terdeteksi di DIY, 24 Kasus Muncul, Sekolah Belum Diliburkan
-
Pestapora 2026 Siap Makin Meriah, BRImo Bawa Program Spesial
-
Cak Nun hingga Eross Sheila on 7, Jejak 77 Tahun MUHI Yogyakarta Diabadikan dalam Buku