SuaraJogja.id - Jika biasanya siswa SMA berangkat sekolah dengan menggunakan transportasi umum, kini kebiasaan tersebut justru cukup sulit ditemui. Beberapa siswa SMA saat ini bahkan berangkat menuju sekolah dengan mengendarai berbagai kendaraan mewah seperti mobil yang dijual dengan harga fantastis.
Tidak diketahui mengenai alasan orangtua siswa-siswa ini mengijinkan anak-anaknya untuk dapat mengendarai kendaraan mewah ke sekolah. Namun, kebiasaan ini membuat sejumlah siswa lalu berlomba-lomba untuk mengemudikan kendaraan mewah saat berangkat ke sekolah.
Kalau sudah begini, tidak heran rasanya jika warganet dibuat geleng-geleng melihat parkiran SMA yang dipenuhi jajaran mobil mewah yang diparkir dengan rapi. Momen ini diabadikan oleh salah satu warganet dan diunggah ke akun TikTok @ferlyps pada hari Rabu (20/7/2022) lalu.
Dari kejauhan, warganet ini merekam halaman parkiran salah satu SMA. Terparkir dengan rapi, nampak deretan mobil mewah dari brand kenamaan di dunia berada di halaman sekolah tersebut. Akun @ferlyps lalu menyamakan parkiran mobil di sekolah ini dengan momen car meet up yang sering digelar oleh para pecinta mobil mewah.
Baca Juga: Bukan Mobil atau Motor Mewah, Cewek Ini Dijemput oleh Sang Pacar Pakai Odong-odong
"Sekolah berasa car meet," tulis akun @ferlyps.
Mengaku sangat iri melihat jajaran mobil mewah di halaman parkiran sekolah ini, komentar-komentar kocak kemudian ditinggalkan oleh warganet yang penasaran dengan keberadaan motor dari merek kenamaan yang di masanya identik dengan siswa SMA.
"Bayangin lu sekolah di situ pake motor Supra," tulis akun @nodebat871.
"Boleh jemput pakai motor ga sih?" tanya @rahma.nura yang penasaran dengan penjemputan menggunakan motor di sekolah ini.
Tidak hanya iri, halaman parkir dengan jajaran mobil mewah ini juga membuat warganet curiga jika SMA tersebut adalah salah satu sekolah elit dengan siswa-siswa yang berasal dari kalangan atas. Selain itu, warganet lainnya juga penasaran mengenai apa saja pekerjaan orangtua dari siswa-siswa di sekolah tersebut.
Baca Juga: Kunjungan Kerja ke China, Presiden Jokowi Naik Mobil Seharga Miliran Rupiah, Begini Spesifikasinya
"Kenapa ku harus kerja keras, karena agar besok kalau punya anak harus bisa sekolah di sini," tulis akun TikTok @dvaxfrd0.
"Yang gue heranin, ortunya bisnis apa ygy," tambah akun @adewxworlds.
TONTON VIDEONYA DI SINI.
Kontributor : gabrella seilatuw
Berita Terkait
-
Kak Seto Ungkap Pemicu Siswa SMA Sodomi 16 Anak di Pinrang: karena Tekanan yang Selalu Berat
-
Inovasi Berkelanjutan! Siswa SMAN 4 Denpasar Ciptakan Pembersih Sepatu dari Limbah Pisang
-
Naik Mobil Premium, Istri Walkot Bekasi Nginap di Hotel Mewah Saat Daerahnya Banjir
-
Janji Manis ke Buruh Sritex Disorot Kembali: Intip Mobil Mewah Wamenaker Noel, Harganya Setara 15 Unit Brio
-
Sport Car dengan Lampu Pop-Up 'Comeback', Bawa Mesin Gahar
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Menghitung Ranking FIFA Timnas Indonesia Jika Menang, Imbang, atau Kalah Melawan China
Pilihan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
-
Nilai Tukar Rupiah Terjun Bebas! Trump Beri 'Pukulan' Tarif 32 Persen ke Indonesia
-
Harga Emas Antam Lompat Tinggi di Libur Lebaran Jadi Rp1.836.000/Gram
Terkini
-
Gembira Loka Zoo Hadirkan Zona Cakar, Pengalaman Baru untuk Pengunjung Berjalan Bersama Satwa Buas
-
Mudik ke Jogja? BPBD Ingatkan Potensi Bencana Alam: Pantai Selatan Paling Rawan
-
Libur Lebaran di Gembira Loka, Target 10 Ribu Pengunjung Sehari, Ini Tips Amannya
-
Arus Lalin di Simpang Stadion Kridosono Tak Macet, APILL Portable Belum Difungsikan Optimal
-
Kunjungan Wisatawan saat Libur Lebaran di Gunungkidul Menurun, Dispar Ungkap Sebabnya