SuaraJogja.id - Azrul Ananda, selaku bos Persebaya Surabaya mengaku tak habis pikir mengenai jam kick off pertandingan BRI Liga 1 musim 2022-2023 yang dinilai terlalu malam.
"Saya tetap tidak habis pikir kenapa sepak bola Indonesia harus kick off pukul 20.30 WIB. Itu Berarti selesai paling cepat pukul 22.30 WIB. Bahkan di hari kerja," ungkap Azrul Ananda dikutip dari akun @surabayafans.27.
Azrul Ananda sangat menyayangkan kebijakan jam kikc off pertandingan BRI Liga 1 yang terlalu malam. Menurutnya pihak yang bersangkutan telah melupakan calon penggemar klub di masa depan.
Bos Bajul Ijo tersebut menyinggung keberadaan anak kecil yang kelak kemungkinan akan menjadi penerus dan suporter. Azrul Ananda berkaca terhadap liga-liga yang sepak bolanya maju, menurutnya mereka berjuang keras untuk mendapatkan fans sejak sedini mungkin.
"Liga kita melupakan calon-calon penggemarnya di masa depan. Anak-anak kecil yang kelak akan jadi suporter fanatik, menjadi penopang kehidupan klub dan liga masa depan. Lihat saja bagaimana liga-liga maju bekerja begitu keras mendapatkan fans sejak semuda mungkin," imbuhnya.
Menurut putra Dahlan Iskan itu, anak-anak kecil itulah yang kelak akan mengubah wajah sepak bola Indonesia. Anak-anak yang saat ini akan berpeluang ambil bagian dalam sepak bola tanah air suatu saat nanti.
"Anak-anak kecil inilah yang kelak akan mengubah sepak bola kita. Yang berpotensi jadi suporter lebih baik, pemain lebih baik, pengelola klub lebih baik, pengelola liga lebih baik, pemimpin negara lebih baik," terangnya.
Pernyataan Bos Persebaya Surabaya tersebut mendapatkan respon yang bagus dari para netizen Indonesia. Banyak dari mereka yang memiliki pemikiran dan pandangan yang sama mengenai jam kick off BRI Liga 1 yang dinilai terlalu malam.
"Konsekeunsi lain dihadapi penonton adalah saat harus pulang dari stadion di jam malam, bahkan bisa tengah malam," ungkap salah seorang netizen.
Baca Juga: Persis Solo dan Persib Bandung Terpuruk di Pekan Ketiga BRI Liga 1
"Salah satu cara2 Kreatif dr PSSI utk selalu menggembosi Persebaya sejak dr dulu,,, bayangin, sejak musim lalu s/d musim ini Persebaya selalu disetting maen malam, dan mrk tidak pernah menggubris semua protes dr Persebaya, seperti biasa kelakuan PSSI thd Persebaya,,, jd metode PSSI menggembosi Persebaya itu slau adaaa sj,,, Membajak banyak pemain2 pilar ke timnas, pdhal sebagian gag pernah dimainkan, cuma duduk di bangku cadangan, tp gag boleh membela klubnya,,, Melalui keputusan Wasit, Melalui kesalahan Suporter Bonek, Melalui hasil test Covid, Melaui jadwal pertandingan, dll," ujar netizen lainnya.
Kontributor : Moh. Afaf El Kurnia
Berita Terkait
-
Persebaya Kalah dari Bhayangkara FC, Aji Santoso: Permainan Bagus Jadi Sia-sia
-
Bhayangkara FC Lakukan Evaluasi Besar Jelang Hadapi Persebaya Surabaya
-
Pelatih Sebut Kartu Merah Bukan Penyebab Utama Kekalahan Persita dari Persebaya Surabaya
-
Alfredo Vera Apresiasi Penampilan Persita Meski Takluk dari Persebaya Surabaya
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Sri Sultan Absen dari Agenda Pemerintahan, Paku Alam X Ditunjuk Jadi Plh Gubernur DIY
-
Rp4,6 Miliar Digelontorkan, Mesin Produksi Susu di DIY Diduga Tak Pernah Berfungsi
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Pameran ARCHIVEPELAGO: 45 Tahun Garin Nugroho Menyemai Indonesia
-
Segera Diadili Pengadilan, 13 Tersangka Kasus Little Aresha Dipindah ke Lapas Perempuan Gunungkidul