SuaraJogja.id - Menyusul kegagalan dalam Liga Bola Basket Indonesia (IBL) musim 2022, tim bola basket asal DIY Bima Perkasa memperkenalkan presiden dan pelatih baru.
Bima Perkasa menutup fase reguler IBL 2022 pada peringkat terakhir klasemen dengan hanya meraih tiga kemenangan dari 22 gim yang dimainkan.
Bima Perkasa sebetulnya telah menunjuk Kartika Siti Aminah sebagai pelatih kepala pada Januari lalu atau menjelang seri kedua IBL 2022. Dia ditunjuk untuk menggantikan Dean Murray yang dipecat usai Bima Perkasa menelan empat kekalahan pada seri pertama musim ini.
Namun kedatangan Kartika juga tak membuahkan hasil positif bagi tim. Bima Perkasa gagal mengulang pencapaian musim lalu ketika Indra Muhammad dkk. berhasil menembus playoff IBL 2021 saat masih dilatih David Singleton, yang kini menangani Prawira Bandung.
Bima Perkasa pun memperkenalkan jajaran manajemen dan pelatih baru untuk bertarung bersama pemain mengarungi kompetisi musim depan. Hady Efendy ditunjuk untuk mengisi kursi presiden klub, menggantikan Edy Wibowo. Pria yang sempat menjadi dosen di Universitas Hasanuddin itu bukan sosok baru di dunia basket Indonesia.
Hady merupakan pengelola Pancasona Basketball di Cimahi yang diisi banyak pemain remaja. Selain mengasah teknik, Hady juga mengedepankan mental dengan mengajak pemain muda uji coba di luar Cimahi. Hady juga cukup lama menjadi bagian dari manajemen Satya Wacana Salatiga, salah satu peserta IBL.
“Misi saya pribadi ingin memperbaiki prestasi klub musim lalu. Musim depan playoff lalu ketika sudah sampai sana, baru kita pasang target selanjutnya. Untuk musim depan, saya tegaskan semua pemain harus main dengan hati. Demi Yogyakarta,” tutur Hady dikutip laman resmi IBL.
Adapun kursi kepelatihan dipercayakan kepada Efri Meldi. Dia merupakan pelatih yang berperan melahirkan pebasket-pebasket Indonesia, seperti Respati Ragil Pamungkas, Adree Adriano, Henry Lakar, Anthony Erga, dan Casio Manuputty.
Efri Meldi sebelumnya menangani Tangerang Hawks pada IBL 2022 setelah menghabiskan kariernya di Satya Wacana Salatiga selama beberapa tahun.
Baca Juga: Bima Perkasa Jogja Punya Presiden dan Pelatih Baru Hadapi IBL 2023
“Latihan akan berat. Ada try out, entah di dalam atau luar negeri agar mereka benar-benar siap menghadapi musim. Latihan juga sudah kami mulai tiga pekan lalu,” katanya. [ANTARA]
Berita Terkait
-
Bima Perkasa Jogja Punya Presiden dan Pelatih Baru Hadapi IBL 2023
-
Raffi Ahmad Sebut Pelita Jaya Lawan Kuat RANS PIK di Playoff IBL 2022
-
Top 5 Sport: Sebastian Vettel Umumkan Pensiun, Begini Reaksi Para Pebalap Formula 1
-
Junas Miradiaryah: IBL Ingin Mantapkan Kompetisi Utama Sebelum Rancang Liga Pengembangan
-
Play-off hingga Final IBL 2022 Digelar di Bandung, Ini Alasannya
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Terkini
-
Forum BEM DIY Sindir Demo Pro MBG demi Wajan, Gerindra Tak Muncul dalam Unjukrasa di DPRD
-
Gerah Kafe Jual Miras Dekat Sekolah dan Rumah Ibadah, Jemaah Masjid Buat Petisi Penolakan
-
Kejari Sleman Bantah Klaim Sakit, Tegaskan Raudi Akmal Memenuhi Syarat Penahanan
-
Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah, Raudi Akmal: Pengadilan Sudah Nyatakan Saya Tak Terlibat
-
Penetapan Tersangka Raudi Akmal Dipertanyakan, Kuasa Hukum Singgung Putusan Pengadilan