SuaraJogja.id - Masyarakat Bugis Makassar di Sulawesi Selatan memperingati 10 Muharram 1444 Hijriah dengan membuat bubur Syura kemudian dibagikan ke keluarga dan tetangga.
"Tradisi ini masih terjaga hingga saat ini, karena memiliki nuansa ikatan sosial yang dibalut dengan rasa ingin berbagi dengan sesama," kata Pengamat Komunikasi Budaya dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Hadawiah Hatita, Senin (8/8/2022).
Dia mengatakan, adanya suatu tradisi yang tetap terjaga itu tidak terlepas dari pemahaman komunikasi budaya yang terjaga antargenerasi.
Menurut dia, tradisi masyarakat Sulsel itu pada setiap 10 Muharram patut dipertahankan dilestarikan sebagai salah satu pengayaan sektor pariwisata.
"Termasuk memupuk solidaritas sosial, karena bubur Syura itu setelah digelar doa dan dzikir bersama, maka dibagikan kepada keluarga dan tetangga terdekat," ujarnya.
Sementara itu, salah seorang warga Kecamatan Lain, Kabupaten Maros, Sulsel, Ishak mengatakan, biasanya bubur Syura dibuat oleh suatu keluarga kemudian mengajak keluarga dan tetangga makan bersama.
"Selain itu, ada juga masing-masing keluarga membuat bubur Syura, lalu dibawa ke masjid. Setelah doa dan dzikir bersama, pihak panitia masjid akan membagikan pada jamaah ataupun masyarakat kurang mampu," tuturnya.
Adapun bahan dasar bubur Syura itu dari beras yang dimasak menjadi bubur dan ditambahkan dengan santan kelapa. Setelah matang, maka dibentuk membulat kemudian dihiasi dengan telur dadar warna-warni. Aneka lauk-pauk juga diberikan seperti ikan bandeng goreng, udang goreng dan aneka umbi-umbian yang sudah dipotong kecil dan dikukus.
"Tak lupa irisan buah segar seperti apel, delima dan sebagainya untuk menambah cita rasa sekaligus menjadi pernak-pernik penghias bubur Syura," imbuh Panitia Asyura, Kasmawati di Masjid Nurul Ittihad, Kabupaten Maros. (Antara)
Baca Juga: Warga Sulawesi Selatan Peringati 10 Muharram Dengan Membuat Bubur Syura
Berita Terkait
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
Terkini
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Muhammadiyah Tegas Minta KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi BNPB
-
Kekerasan Seksual di Lembaga Pendidikan jadi Tanda Peradaban Kita Belum Akil Balig
-
75 Persen Responden Stres Hadapi Kebijakan Prabowo, Haedar Nashir Desak Pemerintah Berbenah
-
Film Empat Musim Pertiwi: Saat Realitas Penyintas Kekerasan Seksual Bertemu Fiksi Sinematik