Scroll untuk membaca artikel
Galih Priatmojo
Kamis, 18 Agustus 2022 | 13:27 WIB
Ada Siswa Covid-19 Saat PTM, Disdik Sleman: Tak Lantas Sekolah Langsung Ditutup
Ilustrasi Covid-19. [Antara]

Sasarannya siswa dan guru jenjang sekolah dasar (SD) hingga setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).

"[Sampel PCR diambil] berdasarkan prosentase, sekolah yang tersampling ditentukan oleh Disdik atau Kemenag selaku OPD yang membawahinya," ungkapnya.

Mulai 8-18 Agustus 2022 terdapat 45 sekolah yang diskrining. Tiap sekolah, jumlah sampel yang diambil berbeda, namun sebagian besar sekolah masing-masing jumlah sampelnya sekitar 25 siswa dan lima guru.

"Ada juga satu sekolah diambil sampelnya hingga 129 siswa dan 14 guru," tuturnya.

Baca Juga: Evaluasi PPDB SD, Disdik Sleman: Regrouping Bukan Persoalan Mudah

Hasil pemeriksaan sudah dilaporkan dalam laporan harian Covid-19 Kabupaten Sleman.

Kasus Meningkat dan Capaian Booster Baru 40%, Pemkab Sleman Gencarkan Percepatan

Di tingkat kebijakan pemerintah daerah, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyatakan, sebagai upaya menekan kasus Covid-19, dirinya telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 51 Tahun 2022 sebagai tindak lanjut surat edaran percepatan imunisasi Covid-19 dosis lanjutan dari Menteri Dalam Negeri.

Agenda itu dimulai 22 Agustus 2022 hingga 6 September 2022. Untuk mendukung itu, petunjuk teknis pelaksanaan sudah dibuat.

"Pelaksanaannya di kalurahan masing-masing, sudah ditentukan sesuai jadwal," ungkapnya.

Baca Juga: Ada 43 Kasus Covid-19 Selama PTM di DIY, Disdik Sleman Belum Akan Buru-buru Skrining Acak

Kustini turut meminta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kapanewon untuk mengoordinasikan, memonitoring dan mengevaluasi layanan pemberian imunisasi booster bagi masyarakat, yang dilaksanakan oleh pemerintah kalurahan.

Load More