SuaraJogja.id - Aksi Marcel Radhival yang membongkar praktik pengobatan Gus Samsudin beberapa waktu lalu sontak mencuri perhatian publik. Terkini, salah seorang pasien dari pemilik padepokan Nur Dzat Sejati itu memberikan kesaksian terkait pengobatan yang didapatnya.
Dikutip dari akun Adobe Lightroom, dalam acara Membedah Rahasia Indigo Perdukunan Nusantara di Masjid Al Madinah, Parung, Bogor tersebut seorang perempuan yang mengaku merupakan pasien dari Gus Samsudin memberikan kesaksian.
Dalam kesaksian yang disaksikan langsung oleh pesulap merah dan praktisi ruqyah ustadz Faizar, sang perempuan tersebut mengungkapkan pernah menjalani pengobatan di padepokan Gus Samsudin.
Saat datang ke padepokan di Blitar itu, si perempuan mengeluhkan sakit di perutnya yang tak kunjung sembuh meski sudah dilakukan pengobatan secara medis. Lantaran penasaran dan tertarik dengan metode yang dipraktikkan Gus Samsudin, ia kemudian datang ke padepokannya.
Baca Juga: Ngakak, Gus Samsudin Dikira Limbad Saat Diajak Foto Bareng
"Awalnya coba-coba, setelah itu saya tertarik karena cara pengobatannya seperti beneran. Saya punya keluhan sakit tapi tidak terdeteksi secara medis. Saya ngerasa sakit di perut sebelah kanan sudah dicek berulang kali nyaris dioperasi tetapi saya tidak sakit apa-apa, ada yang bilang non medis," ucapnya seperti dikutip, Senin (22/8/2022).
Setelah berkeluh kesah, perempuan tersebut mengaku diminta untuk mandi diantar oleh salah seorang pasien Gus Samsudin. Ia diminta mandi dengan air yang sudah dicampur tiga ramuan yakni garam, serbuk daun bidara dan serbuk daun kelor. Sebelum dimandikan dibacakan ayat kursi.
"Setelah itu saya dikasih kertas selembar untuk diamalkan. Lalu saya penasaran kok tidak ditarik seperti orang-orang didudukkan di selembar kain putih," ungkapnya.
Lantaran penasaran tak mendapat pengobatan seperti yang dilihat sebelumnya, ia kemudian meminta informasi. Dari informasi yang didapat bila ingin mendapat pengobatan lebih lanjut diminta untuk membayar sebesar Rp5 juta.
"Saya tanya ke pak lurah, kalau mau penarikan katanya suruh bayar Rp5 juta. Saya akhirnya ikuti syarat penarikan membayar Rp5 juta saya minta orang tua saya transfer. Lalu sama udin tangannya ditempelkan ke dada lalu dipegang kepala saya. Kata anak saya kepala saya keluar asap. Lalu ada mediatornya, katanya mediator itu kesurupan macan," terangnya.
Seusai menjalani ritual, perempuan tersebut mengaku tak ada efek apapun yang dirasakan. Bahkan sakitnya tak berkurang sama sekali.
Berita Terkait
-
Mengenal Immunotherapy, Pengobatan Kanker yang Dijalani Vidi Aldiano
-
Apa Pekerjaan Suami Oki Setiana Dewi? Jadi Sorotan usai Biaya Pengobatan Anak Dibantu Ria Ricis
-
Ngakunya Gus, Irfan Wesi Terciduk Cium-cium Godain Cewek Sambil Dangdutan
-
Batu Saluran Kemih Bisa Sebabkan Gagal Ginjal! Ini Solusi Pengobatan Minimal Invasif Terbaru
-
Glaukoma dan Gejala Penglihatan Kabur: Mari Pahami Faktor-faktor Penyebab Sampai Cara Penanganannya
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Kilas DIY: Bocah Jabar Nekat Curi Motor di Bantul hingga Penemuan Mayat di Sungai Progo
-
Jalur Selatan Alami Lonjakan, Polres Kulon Progo Lakukan Buka Tutup Jalur Utama
-
Okupansi Hotel Anjlok 20 Persen di Momen Lebaran, Permintaan Relaksasi PHRI Tak Digubris Pemerintah
-
Gembira Loka Zoo Hadirkan Zona Cakar, Pengalaman Baru untuk Pengunjung Berjalan Bersama Satwa Buas
-
Mudik ke Jogja? BPBD Ingatkan Potensi Bencana Alam: Pantai Selatan Paling Rawan