SuaraJogja.id - Polres Sleman baru saja menetapkan 12 tersangka yang melakukan penganiayaan dan mengakibatkan Aditya Eka Putranda (18) salah seorang suporter PSS Sleman meninggal dunia. Disinyalir, ke-12 tersangka tersebut juga merupakan suporter dari klub sepakbola lainnya.
Karenanya Gubernur DIY, Sri Sultan HB X meminta Pemkot Yogyakarta untuk mempertemukan kedua belah pihak. Pertemuan tersebut diharapkan bisa meredakan konflik antarsuporter.
"Itu biar inisiatif [pemerintah] kota ya [untuk mempertemukan antarsuporter], kalau saya ya tidak bisa memaksakan," ujar Sultan di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Selasa (30/08/2022).
Meski suporter kedua klub bisa dipertemukan, menurut Sultan kedua belah pihak harus ada kemauan bersama. Mereka juga harus merasa sebanding alih-alih merasa paling unggul.
Dalam pertemuan tersebut pun harus ada win-win solution. Tidak boleh ada yang merasa menang atau kalah namun bagaimana kedua belah pihak merasa aman dan nyaman sebagai suporter.
"Kalau datang merasa lebih unggul [ya] tidak bisa, berarti mengalahkan yang lain ya. Kesadaran itu harus tumbuh dulu [untuk merasa sebanding]. Jadi sportivitas itu yang perlu dididik bukan pemain tapi suporternya," ungkapnya.
Sultan menambahkan, kemungkinan pembekuan organisasi suporter pun juga tidak bisa serta merta dilakukan. Sebab dimungkinkan organisasi tersebut tidak memiliki badan hukum.
Karenanya kesadaran untuk tidak melakukan kekerasan dalam bentuk apapun harus disadari para suporter. Apalagi dalam kejadian kekerasan yang mengakibatkan korban jiwa tersebut, anak dibawah umur dan orang dewasa yang usianya 40 tahun menjadi tersangkanya.
"Kalau manusianya sendiri memang beringas, memang susah [untuk memiliki kesadaran untuk tidak melakukan kekerasan]. Ya kita prihatin lah kenapa kekerasan itu yang diutamakan. Dalam arti fisik sampai meninggal dan sebagainya, kenapa begitu. [Salah satu tersangka] ini kan tidak muda lagi, karena ada yang umur 40 tahun mestinya mereka ini justru yang memberikan perlindungan bukan malah melakukan perbuatan [kekerasan]," tandasnya.
Baca Juga: Kunjungi Kediaman Suporter PSS Sleman Korban Penganiayaan, Pemkab Serahkan Santunan Duka
Sebelumnya Aditya Eka Putranda, salah seorang suporter PSS Sleman dikeroyok sekelompok orang di kawasan Gamping usai pulang menonton pertandingan di Stadion Maguwoharjo hingga meninggal dunia. Selain Aditya, tiga korban lain yakni ABS (18), G (24) dan R (24) mengalami luka-luka akibat pengeroyokan tersebut. Akibat pengeroyokan tersebut, Aditya meninggal dunia.
Berita Terkait
-
Darius Sinathrya Kasih Ultimatum ke Suporter yang Rebut Jersey Marselino Ferdinan dari Anak Kecil
-
Media Asing: Gak Semua Orang di Dunia Tahu, Suporter Timnas Indonesia Gila!
-
Aneh Lihat Suporter Timnas Indonesia, Ole Romeny sampai Geleng-geleng
-
Koreografi Burung Garuda Raksasa di Stadion GBK Bikin Ciut Pemain Bahrain
-
Demi Garuda, Suporter Timnas Indonesia Ini Rela Tunda Mudik! Apa Alasannya?
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Kilas DIY: Bocah Jabar Nekat Curi Motor di Bantul hingga Penemuan Mayat di Sungai Progo
-
Jalur Selatan Alami Lonjakan, Polres Kulon Progo Lakukan Buka Tutup Jalur Utama
-
Okupansi Hotel Anjlok 20 Persen di Momen Lebaran, Permintaan Relaksasi PHRI Tak Digubris Pemerintah
-
Gembira Loka Zoo Hadirkan Zona Cakar, Pengalaman Baru untuk Pengunjung Berjalan Bersama Satwa Buas
-
Mudik ke Jogja? BPBD Ingatkan Potensi Bencana Alam: Pantai Selatan Paling Rawan