SuaraJogja.id - Dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi yang ditetapkan pemerintah per Sabtu (3/9/2022) pukul 14.30 WIB, sangat dirasakan masyarakat. Salah satunya para pengendara ojek online yang setiap hari bekerja menggunakan kendaraan bermotor.
Ketua Paguyuban Gojek Diver Jogjakarta (Pagodja), Agus Sugito mengatakan bahwa kenaikan harga BBM subsidi terutama Pertalite sendiri cukup mengejutkan pihaknya.
"Keputusan ini sungguh mengagetkan kami sebagai rakyat yang tiap hari berjuang menjemput rezeki dan mencari nafkah di jalan," ujar Agus kepada wartawan, Sabtu.
Agus, mewakili para driver ojek online di Jogja ini mengaku sangat kecewa. Pasalnya ditengah ditundanya pelaksaan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 546 Tahun 2022, pemerintah malah menaikkan harga BBM bersubsidi secara tiba-tiba.
"Menurut kami Pemerintah sebagai pelayan rakyat seharusnya memperhatikan jeritan rakyat yang belum merasakan hidup layak, bukan malah menambah penderitaan rakyat," keluhnya.
Pagodja, lanjut Agus tak setuju dengan kenaikan harga BBM ini terutama Pertalite, pasalnya dalam menopang kehidupan para driver produk BBM ini yang biasa digunakan sehari-hari.
"Kami sebagai driver ojek online sangat tidak setuju dengan kenaikan harga BBM pada hari ini, karena kenaikan harga BBM pada hari ini bukanlah solusi bagi kami sebagai rakyat kecil di Negara Indonesia yang katanya makmur dan sejahtera," sebutnya.
"Kami sangat berharap pemerintah memihak kepada kami sebagai rakyat, berikan solusi bagi kami, segera naikan tarif ojek online untuk semua Aplikator dan terapkan penyesuaian tarif ojek online untuk semua layanan (Ride/penumpang, Send/pengiriman, Food, Shop dan Mart), segera laksanakan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 564 Tahun 2022 yang telah diperbarui dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 580 Tahun 2022," kata Agus.
Sebelumnya Presiden Jokowi memastikan bahwa per 3 September 2022 harga BBM subsidi jenis Pertalite, Solar dan Pertamax naik.
Baca Juga: Riwayat Kenaikan Harga BBM Era Jokowi, Tahun 2022 Jadi yang Paling 'Menggila'?
Berdasar pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, dirinya merinci kenaikkan harga BBM subsidi Pertalite dari Rp7.650 menjadi Rp10.000 per liter. Solar subsidi yang awalnya Rp5.150 menjadi Rp6.800 per liter.
Arifin melanjutkan untuk harga Pertamax non subsidi juga mengalami penyesuaian harga yang sama yaitu dari Rp12.500 menjadi Rp14.500 per liter.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Segera Diadili Pengadilan, 13 Tersangka Kasus Little Aresha Dipindah ke Lapas Perempuan Gunungkidul
-
Chapter Jogja 2026 Perkuat Sirkulasi Ekosistem Seni Rupa Kontemporer Yogyakarta
-
Hakim Sebut Tak Terbukti Berperan Aktif, Raudi Akmal Kini Jadi Tersangka Dana Hibah pariwisata
-
Data Pusat Tak Akurat, DPRD Jogja Desak Aturan Lokal agar Bantuan Pendidikan Tepat Sasaran
-
MJM 2026: Bank Mandiri Hadirkan Mandiri Bakti Kesehatan, Dukung UMKM dan Warisan Budaya Yogyakarta