SuaraJogja.id - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Yogyakarta menguatkan peran Kantor Urusan Agama (KUA) untuk mendukung upaya pemerintah daerah dalam pencegahan sekaligus penurunan angka stunting di daerah tersebut. KUA menyasar pengantin baru agar lebih teredukasi cara pencegahan stunting anaknya nanti.
"Sudah ada kerja sama antara kami dengan BKKBN yang menjadi wujud sinergi untuk pencegahan stunting sejak dari hulu. Ujung tombaknya adalah Kantor Urusan Agama (KUA) yang melakukan bimbingan perkawinan," kata Kepala Kantor Kemenag Kota Yogyakarta, Nur Abadi, Selasa (6/9/2022).
Dia menjelaskan kerja sama tersebut kemudian diwujudkan dalam bentuk program pendampingan, konseling, dan pemeriksaan kesehatan terhitung sejak tiga bulan sebelum calon pengantin menikah.
Dengan waktu pendampingan dan konseling yang cukup panjang tersebut, Nur berharap, calon pengantin semakin siap dalam menempuh kehidupan berumah tangga dan mewujudkan ketahanan keluarga yang baik sebagai salah satu modal pencegahan stunting.
"Dulu, peran KUA untuk pencegahan stunting belum bisa dimaksimalkan karena tidak ada klausul stunting dalam bimbingan perkawinan. Tetapi, setelah ada kerja sama tersebut, muncul klausul stunting sehingga peran KUA untuk pencegahan stunting bisa lebih optimal," katanya.
Nur mengatakan Kementerian Agama sudah meluncurkan revitalisasi KUA sehingga peran KUA tidak hanya pencatatan pernikahan tetapi memberikan bimbingan kepada masyarakat dalam pembinaan keluarga melalui bimbingan perkawinan untuk calon pengantin, kegiatan di Pusat Pembelajaran Keluarga, dan program Pusaka Sakinah.
Hanya saja, lanjut dia, masih ada kendala dalam upaya pencegahan stunting di antaranya pernikahan usia anak atau calon pengantin belum berusia minimal 19 tahun sesuai dengan UU Perkawinan.
"Pernikahan usia anak berpotensi meningkatkan risiko stunting pada anak yang akan dilahirkan karena dimungkinkan orang tua belum siap secara psikis dan fisik serta ekonomi. Di Kota Yogyakarta, masih ditemukan kasus perkawinan dini," katanya.
Terhitung sejak Januari-Mei tahun ini sudah ada 24 dispensasi perkawinan untuk pernikahan di bawah umur.
Baca Juga: 4 Manfaat Self Talk Positif, Sudah Melakukannya?
Sementara itu, angka stunting di Kota Yogyakarta pada 2021 tercatat 12,8 persen atau dialami 1.433 anak atau lebih rendah dibanding angka nasional sebesar 14 persen.
Saat ini, Kota Yogyakarta juga sudah memiliki Tim Percepatan Penurunan Stunting yang terbentuk hingga tingkat kecamatan dan kelurahan yang diperkuat dengan tim pendampingan keluarga yang akan memberikan pendampingan kepada calon pengantin, calon pasangan usia subur, ibu hamil, ibu pascapersalinan, anak berusia 0-59 bulan.
Penjabat Wali Kota Yogyakarta, Sumadi mengatakan Pemkot Yogyakarta berupaya mewujudkan zero stunting pada 2024.
"Pencegahan stunting harus diawali sejak dari hulu. Pembinaan dan pemeriksaan kesehatan calon pengantin dalam tiga bulan pra nikah memiliki peran penting dalam upaya pencegahan stunting karena akan diketahui status kesehatan calon pengantin," katanya.
Ia berharap, salah satu materi dalam pembinaan perkawinan yang juga patut ditekankan adalah pada faktor pemberdayaan dan penguatan ekonomi serta pemenuhan gizi yang baik untuk keluarga.
Pencegahan stunting, lanjut Sumadi, penting dilakukan untuk mewujudkan generasi penerus bangsa yang berkualitas karena nantinya generasi muda yang akan menjadi pemimpin bangsa. [ANTARA]
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Sita Si Buruh Belia: Upah Minim dan Harapan yang Dijahit Perlahan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
-
Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan
Terkini
-
Maling Anjing di Lereng Merapi Sleman Menyerahkan Diri, Kasus Berakhir Damai di Polsek
-
Tendangan Kungfu Berujung Sanksi Seumur Hidup, KAFI Jogja Pecat Dwi Pilihanto
-
Senyum Lebar Pariwisata Sleman di Libur Nataru, Uang Rp362 Miliar Berputar dalam Dua Pekan
-
Indonesia Raih Prestasi di SEA Games 2025: BRI Pastikan Penyaluran Bonus Atlet Berjalan Optimal
-
Jadwal Pencairan Bansos PKH dan BPNT Januari 2026, Cek Penerima dan Nominalnya!